BANJARMASIN aktualkalsel.com–Perjalanan politik seorang Hasnuryadi Sulaiman dalam memimpin Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel) ibarat ‘jalan berliku, berujung manis.
Penunjukkan secara aklamasi dan tenang sebagai ketua DPD Kalsel partai berlambang ‘pohon beringin’ hingga lima tahun kedepan pada Minggu awal Agustus 2025 itu, menjadi catatan manis, setelah dia pernah harus melepas amanah yang sama pada sekitar hampir satu dasawarsa silam tepatnya pada 2016.
2016 merupakan tahun kelam dan berduka bagi partai ini. Sang ketua H Sulaiman HB pada pertengahan Juni meninggal dunia sebelum masa kepemimpinan periode ketiga berakhir. Almarhum semasa hidupnya sangat berjasa dalam mempertahankan kejayaan parpol warna kuning ini, khususnya paska reformasi.
Kepemimpinan kemudian digantikan Hasnuryadi. Namun selang belum setahun, kepemimpinan Partai Golkar Kalsel berpindah ke Gt Iskandar Alamsyah. Sebelum akhirnya dilaksanakan musyawarah luar biasa (musdalub) di Jakarta yang menghantarkan gubernur Kalsel saat itu H Sahbirin secara aklamasi sebagai ketua terpilih pada 2017. Tiga tahun kemudian, pria yang akrab dipanggil Paman Birin ini kembali terpilih untuk periode kedua hingga 2025.
Awal Agustus 2025, partai ini kembali menggelar musda pemilihan ketua DPD 2025-2030. Semula ada dua nama figur kuat yang mengemuka yaitu Bambang Hari Purnama dan Hasnuryadi. Tetapi, jelang hari ‘H’ suara mengerucut ke putra almarhum tokoh Golkar Kalsel ini. Bahkan, Bambang mengambil langkah politik yang disebut ‘adem’ dengan mundur dan mendukung penuh Hasnuryadi 50 th, yang saat ini merupakan wakil gubernur Kalsel.(uumsri/foto net)



















