BANJARMASIN aktualkalsel.com —Momentum Peringatan Hari Ibu 2020 akan berlangsung masih di tengah pandemi copid -19. Protokol kesehatan yang menekankan agar masyarakat menghindari kerumunan, menjadi peryimbangan utama panitia penyelenggara.
Lalu, bagaimana bentuk kemasan peringatan yang jatuh setiap 22 Desember itu untuk tahun ini di Kalimantan Selatan?
“Tentu kita juga sangat memperhatikan hal itu, “ ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov Kalsel Hn Husnul Hatimah SH, MH saat memimpin rapat persiapan penyelenggaraanya bersama jajaran Persit Chandra Kirana Banjarmasin, pengurus Forkomwil Partisipasi Masyarakat terhadap Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Puspa) Kalsel, Jumat 20 November di Banjarmasin.
Menurut Husnul Hatimah yang akrab disapa Emma ini, karena situasi new normal dengan protokol kesehatan ini, maka kemasan peringatan Hari Ibu 2020 bentuknya berbeda dari tahun tahun sebelumnya.
“Panduan teknisnya memang semi virtual atau jarak jauh. Tetapi tetap ada yang tatap muka namun dengan peserta yang sangat terbatas,” ujarnya didampingi ketua Forkomwil Puspa Kalsel Yenni Mulyani.
Seperti acara ziarah ke maksm pahlawan tetap dilaksanakan namun dengan peserta yang kisaran 40 an yaitu para wakil organisasi perempuan serta yang terkait.
Yang menarik justru kegiatan puncak acaranya, rencananya akan lebih banyak menggunakan teknis virtual-nya. Secara seremonial tetap diadakan di dalam ruangan dengan peserta terbatas, menggunakan masker dan jaga jarak, namun bisa diskses secara luar melalui teknis zoom.
Dalam peringatan itu akan ditayangkan testimoni sejumlah sosok perempuan inisiator di Banua yang mempunyai peran signifikan terhadap pengembangan potensi perempuan.
“Sesungguhnya teknis virtual ini jangkauan ke masyarakatnya bisa lebih luas karena bisa diikuti program zoom,” ujar Emma. Uumsri




















