BANJARMASIN aktualkalsel.com–Bank Kalsel tengah menjadi sototan tajam nitizen daerah ini. Bahkan nitizen setempat ramai ramai merujak bank milik penerintah daerah di Provinsi Kalimantan Selatan ini dalam pekan terakhir Oktober 2025.
Ini sekaligus bagai menghentikan ‘bola liar’ pemberitaan tentang dana nganggur di bank Rp5,1 triliun yang disebut Menkeu Purbaya milik Penko Banjarbaru namun ditolak mentah mentah karena APBD mereka habya di kisaran tidak mencapai Rp2 triliun.
Setelah sempat kisruh terungkap ternyata itu dana milik Pemrov Kalsel yang oleh Bank Kalsel salah input masuk ke kode wilayah Pemko Banjarbaru.
Mengutip banjarmasinpost.co.id kode wilayah untuk Pemerintah Provinsi S131301L, namun oleh petugas Bank Kalsel terimput ke kode wilayah Pemerintah Kota S131302L.Kalau kode untuk Pemerintah Kabupaten S131303L. Kekeliruan kode inilah yang menyebabkan dana triliunan rupiah salah milik Pemprov Kalsel masuk ke rekening Pemko Banjarbaru, bukan ke rekening Pemko Banjarmasin yang memiliki kode wilayah sama.
Begitu klarifikasi bermunculan di pemberitaan media sosial bank milik Pemprov Kalsel ini langsung dibanjiri kritikan pedas dari nitizen Banjar, daerah ini.
“Bahaya Bank Kalsel ini, KPK mesti mendalaminya apakah ada upaya pencucian uang,” tulis kadarisman, salah satu nitizen.
“Rasa meragukan salah input, orang biasanya bank itu telitinya luar biasa,” tulis Syarkawi.
“Gubernur harus pecat direktur operasionalnya,” tulis yang lain.
Bahkan dari ratusan nitizen yang ramai ramai merujak bank ini ada nitizen sampai ‘menyenggol’ nama putri Gubernur Kalsel yang duduk sebagai komisaris di bank plat merah daerah tersebut.(uumsri/foto net).




















