• Home
  • Entertainment
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Daerah
    • Kalsel
      • Tanah Bumbu
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Batola
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tanah Laut
    • Kaltim
Sabtu, April 18, 2026
Menyajikan Berita Alternatif
  • Home
  • Entertainment
  • Nasional
  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Lima  Fakta Seputar Keracunan MBG di Martapura, Selain Mengandung Bakteri E.Coli Tinggi 

    Lima  Fakta Seputar Keracunan MBG di Martapura, Selain Mengandung Bakteri E.Coli Tinggi 

    Tanah Bumbu – Banjarmasin, Travel Lebih Suka Lewat Jalan Alternatif

    Tanah Bumbu – Banjarmasin, Travel Lebih Suka Lewat Jalan Alternatif

    potluck

    Potluck, Tradisi Botraman ala Diaspora Indonesia di Amerika yang Bikin Kangen Rumah

    Shooting More than 40 Years of New York’s Halloween Parade

    Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

    Why Millennials Need to Save Twice as Much as Boomers Did

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Daerah
    • Kalsel
      • Tanah Bumbu
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Batola
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tanah Laut
    • Kaltim
  • Home
  • Entertainment
  • Nasional
  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Lima  Fakta Seputar Keracunan MBG di Martapura, Selain Mengandung Bakteri E.Coli Tinggi 

    Lima  Fakta Seputar Keracunan MBG di Martapura, Selain Mengandung Bakteri E.Coli Tinggi 

    Tanah Bumbu – Banjarmasin, Travel Lebih Suka Lewat Jalan Alternatif

    Tanah Bumbu – Banjarmasin, Travel Lebih Suka Lewat Jalan Alternatif

    potluck

    Potluck, Tradisi Botraman ala Diaspora Indonesia di Amerika yang Bikin Kangen Rumah

    Shooting More than 40 Years of New York’s Halloween Parade

    Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

    Why Millennials Need to Save Twice as Much as Boomers Did

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Daerah
    • Kalsel
      • Tanah Bumbu
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Batola
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tanah Laut
    • Kaltim
No Result
View All Result
Menyajikan Berita Alternatif
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Roehana Koeddoes: Satu Nama yang Sempat Semilir Itu

Aktual Kalsel by Aktual Kalsel
20 Februari 2026
in Uncategorized
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada pertanyaan; pernah dengar nama Roehana Koeddoes disebut?
Jawaban saya: pernah tapi entah kapan, seperti semilir, lalu berlalu. Sampai pada Senin 16 Februari 2026, rekan saya wartawati, ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel, Mba Sunarti MM, mengirimi pesan watsApp: “mba Uum ikut yuk”, disertai satu fotoshoot semacam pamflet dengan huruf huruf besar di bagian atas; Lomba Karya Jurnalistik 3 Wajah Roehana Koeddoes. Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia.

Ketika membaca empat kata terakhir itu, saya merasa ‘aware’ dengan ajakan rekan tadi. Seperti mendapat arah menuju ‘tunnel’ waktu yang harusnya bisa menjawab ‘tidak dengan kata semilir’ terhadap pertanyaan di awal tadi.Roehana Koeddoes, tentulah bukan sekadar sosok perempuan jurnalis pertama di Indonesia, tetapi pasti punya jejak dan karya historis hebat hingga mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.

Dan, sebagai praktisi jurnalistik puluhan tahun hingga sekarang, saya merasa harus pernah, setidaknya sekali, menulis tentang sosok pionir jurnalis yang ketika wafatnya pada 1972, saya masih menjadi siswa sekolah dasar. Langsung cek syarat lomba tersebut, ternyata sudah berakhir pendaftarannya empat hari lalu.

Tak masalah. Interes terhadap nama sang Pahlawan Nasional ini tetap muncul. Dan, alhamdulillah, tersedia link diskusi bertema ‘Tiga Wajah Roehana Koeddoes’ yang disertakan rekan Mba Narti di WA yang dikirimkannya. Ada film pendek jejak perjuangan almarhumah termasuk ketika memulai terjun ke dunia jurnalistik. Yang menurut saya, sangat sangat visioner, berani san konsisten. apalagi dari seorang perempuan di masa yang kala itu untuk bisa mengenyam pendidikan saja, dianggap melawan kodrat.

Film perjuangan Roehana dengan cepat mengingatkan pada sosok RA Kartini. Ada miripnya, sama sama sebagai pendidik dan sama sama aktif menuangkan gagasan dan persoalan perempuan melalui tulisan. Bedanya, RA Kartini menulis dalam bentuk korespondensi ke seorang sahabatnya gadis Belanda, sedangkan Roehana mengkomunikasikannya tulisannya lebih formal dan masif yaitu melalui penerbitan surat kabar: Soenting Melajoe 10 Juli 1912 sampai 28 Januari 1921. Surat kabar perempuan pertama di masa Hindia Belanda.

Artinya, Soenting Melajoe ketika awal terbit, selang delapan tahun setelah RA Kartini meninggal saat usia 25 tahun, waktu itu Roehana berusia 20 tahun atau lima tahun lebih muda. Walau mereka sempat hidup dalam satu rentang waktu yang sama selama 15 tahun, namun boleh jadi keduanya tidak saling tahu ataupun mengenal nama. RA Kartini berjuang di lingkungan keraton di Jepara, Jawa sedangkan Roehana membaur di perkampungan Kotagadang, Sumatera. Berbeda pulau di masa penjajahan Hindia Belanda, menjadi jarak dan pemisah yang nyaris mutlak, tidak ada istilah koma-koma nya.

Tetapi, mengapa catatan sejarah dan perlakuannya di negeri ini lebih ‘berpihak’ ke sosok RA Kartini? Hingga tanggal kelahirannya 21 April dianggap sebagai momentum perjuangan gerakan kaum perempuan? Dan setiap tahun diperingati di berbagai penjuru negeri ini? Satu pertanyaan ‘menggugat’ dari saya, setelah ada pengetahuan tentang ‘tiga wajah Roehana Koeddoes’ ini. Untuk sementara, saya berhepotesa, mungkin kurangnya tulisan tentang Roehana, sebagai jawabannya.

3 Wajah Roehana
Roehana Koeddoes adalah potret sosok perempuan seabad lalu tetapi memiliki visi se-moderen saat ini. Sangat tepat istilah yang digambarkan Nazwa Sihab dalam forum diskusi 3 Wajah Roehana, bahwa dia punya tiga kemanpuan luar biasa yaitu sebagai perempuan mandiri secara ekonomi, sebagai pendidik serta sebagai seorang jurnalis.

Tiga bakat yang dikuasainya dengan sangat profesional inilah yang menjadi modal dia begitu beraninya menyampaikan gagasan menerbitkan sebuah surat kabar ketika ada kesempatan berdialog dengan pemimpin surat kabar Oetoesan Melajoe. Sosok penting dalam terbitnya Soenting Melajoe. Ibarat orangtua melahirkan anak itulah Oetoesan Mejajoe dengan Soenting Melajoe. Di zaman penjajahan, pula. Dimana yang namanya media baik izin apalagi edarnya sangat sangat under control by Hindia Belanda.

Wajar bila ketika itu, pimpinan surat kabar Oetoesan Melajoe, awalnya tidak yakin dengan proposal yang diajukan Roehana untuk menerbitkan surat kabar perempuan. Surat kabar bukan sekadar masalah tulis menulis informasi atau berita dan selesai setelah naik cetak. Tetapi, media adalah lembaga bisnis yang perlu modal profit untuk kelangsungannya. Media perlu diedarkan untuk sampai ke pembacanya dan harus menghasilkan uang. Informasi itu harus laku jual. Ini perlu strategi bisnis, dapur redaksi harus mampu membaca selera dan keperluan pasar bila ingin tim sirkulasinya tidak gagap berhadapan dengan calon konsumen. Butuh jangkauan edar dan lain lain.

Dan, di masa penjajahan yang bertabur larangan, bagaimana seorang perempuan bisa menaklukannya? Perempuan, yang kala itu, untuk sekadar belajar mengenal abjad saja, harus ‘perperang’ dengan orangtuanya. Pemegang izin paling dekat dengan mereka. Namun, perjalanan perjuangan seorang Roehana sudah mencatatkan itu bisa.

Roehana sudah siap untuk urusan redaksi, bisnis dan garis edarnya. Tiga bakatnya sebagai seorang enterprenur, pendidik dan penulis dikelolanya dengan profesional hingga Soenting Melajoe bertahan sampai sembilan tahun. Masa terbit yang tidak bisa disebut ‘sebentar’ untuk zaman seabad sebelum Indonesia merdeka.

Bagi saya, seorang jurnalis, sosok Roehana Koddoes bukanlah sosok yang harus dicontoh, karena tentu tidak akan mampu. Saya lebih pas untuk menjadikan sosok ini sebagai inspirasi, khususnya dalam kesungguhan dan keteguhannya memperjuangkan semangat ‘menyuarakan hak’ yang seharusnya kita atau bangsa ini miliki. Melalui tulisan. Karena hingga saat ini, masih ada hak dasar rakyat di negeri kita tercinta ini, yang jauh masih belum tercapai. Itu adalah kesejahteraan dan keadilan sosial bagi segenap kita sebagai rakyat.

Akhirnya, saya merasa lega bisa menyelesaikan tulisan ini di sela sela kesibukan padat menyambut tibanya Bulan Suci Ramadhan 2026. Alhamdulillah, masih bisa dikirimkan ke panitia lomba, karena ternyata ada perpanjangan waktu hingga 20 Februari 2026. Tetapi, sekali lagi, bukan hasil lomba yang menjadi interes tulisan ini, melainkan ada sebuah ‘aware’. (umi sriwahyuni/wartawan aktualkalsel.com)

Previous Post

Jogokariyan  Rilis Daftar Menu Berbuka Puasa Ramadhan 1447 H, Nitizen: Ini Mah Resto Berbintang

Next Post

Anggota DPRD Tanah Bumbu Ingatkan Ancaman Narkoba dan Judi Online bagi Generasi Muda

Aktual Kalsel

Aktual Kalsel

Next Post
Anggota DPRD Tanah Bumbu Ingatkan Ancaman Narkoba dan Judi Online bagi Generasi Muda

Anggota DPRD Tanah Bumbu Ingatkan Ancaman Narkoba dan Judi Online bagi Generasi Muda

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Hendra Wardani, SE, MM : BPKAD Tanah Bumbu Realisasikan Gaji 13 dan TPP 13 bagi ASN dan PPPK (PNS dan P3K) pada 1 Juni 2024

15 Mei 2024
ratusan penghafal al-quran

Keberhasilan Program SDSM Ratusan Penghafal Al-Quran Muncul sebagai Bukti Nyata

7 Juni 2023
Duka Mendalam, Jelang Terima Penghargaan di Bogor, Guru Banjarbaru Ini Meninggal

Duka Mendalam, Jelang Terima Penghargaan di Bogor, Guru Banjarbaru Ini Meninggal

3 Januari 2023
Penomena ‘Botol Sirup’ Merah di Banjarmasin, Benarkah Kiat Mengusir Kotoran Binatang?

Penomena ‘Botol Sirup’ Merah di Banjarmasin, Benarkah Kiat Mengusir Kotoran Binatang?

6 September 2022
km 171

Perbaikan Kerusakan Jalan Nasional KM 171: Pemkab Tanbu Berupaya Maksimal

0
Lomba Menu B2SA

Lomba Menu B2SA Tingkat Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2023

0
MTQ Tingkat Kecamatan

Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Angsana XIX Tahun 2023 Berlangsung Meriah

0
pemilu serentak 2024

Kecamatan Angsana Siap Amankan Pemilu Serentak 2024

0

BigClash casino online .3431

18 April 2026

Pin Up Casino – Azrbaycanda onlayn kazino Pin-Up.21980 (3)

18 April 2026

Bedste online casinoer uden dansk licens.3537

18 April 2026

Chicken Road – Online Casino Slot with Non-stop Chicken Road Adventures.2299

17 April 2026

Recent News

BigClash casino online .3431

18 April 2026

Pin Up Casino – Azrbaycanda onlayn kazino Pin-Up.21980 (3)

18 April 2026

Bedste online casinoer uden dansk licens.3537

18 April 2026

Chicken Road – Online Casino Slot with Non-stop Chicken Road Adventures.2299

17 April 2026
Menyajikan Berita Alternatif

© 2001 Aktual Kalsel

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Entertainment
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Daerah
    • Kalsel
      • Tanah Bumbu
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Batola
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tanah Laut
    • Kaltim

© 2001 Aktual Kalsel