BANJARMASIN aktualkalsel.com–Saimin tak kuasa membendung air matanya. Dia sangat berduka saat menerima santunan dari satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat yang khusus datang dari Jakarta, untuk alm putranya Rizky Irwan 17 th.
Rizky, pelajar satu SMA di Murung Pudak, Tabalong, Kalimantan Selatan ini meninggal dunia setelah sempat pingsan sehari paskapencoblosan Pemilu 2024. Tugasnya sebagai anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS)pun tak sempat dirampungkannya.
Pada Rabu 14 Februari 2024 itu, Rizky masih bertugas di TPS 24 Murung Pudak. Rekannya tak ada yang menyangka itu adalah tugasnya terakhir di kelompok ini. Keesokan harinya anak sulung ini pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Tiga hari sempat dirawat, dia menghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan di kampung halaman kekuarganya di Barabai, HST.
“Putra saya ini meninggal persis seratus hari haul ibunya wafat,” tutur Saimin, ayah almarhum saat menerima santunan dari KPU Pusat Sabtu 24 Februari 2024 seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id.
Kesedihan tampak menyelimuti wajah pria baya ini. Sosok almarhum putranya dirasakannya memenuhi pikiran di hari nama sang anak kembali disebut pada acara tersebut.
“Kini saya tinggal hanya bersama si bungsu yang duduk di SMP. Santunan ini akan menjadi sedekah atas nama alm putra saya,” ujarnya.
Hari itu, Saimin menerima santunan Rp46 juta. Di kesempatan itu komisioner KPU yang didampingi Bupati Tabalong Ansng Syakhfiani juga menyerahkan santunan dengan jumlah berbeda kepada tujuh anggota KPPS yang sakit dalam menjalan tugas di Tabalong dan satu lagi uang juga meninggal.(uumsri/ilustrasi net)















