BANJARMASIN aktualkalsel.com–Ini fakta di kalamgan muslimin dalam menyiapkan diri melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Banyak yang mengonkomsi obat maag saat sahur. Tujuannya untuk mencegah penyakit tersebut kambuh pada siang harinya.
Bahkan karena fenomenalnya anggapan tersebut, di media massa atau media sosial ada kecenderungan meningkatnya promosi obat maag setiap menjelang dan selama Ramadhan.
Benarkah puasa dituding sebagai pemicu kambuhnya maag?
Ustad Mairijani MAg mengutip pengamatan di lapangan seorang dokter rumah sakit untuk membuktikan adakah puasa Ramadhan sebagai pemicu maag.
“Walau hanya pengamatan namun menunjukkan jumlah pasien di Bulan Ramadhan justru menurun. Ini fakta medisnya,” ujar Ustad Mairijani saat kultum bada Sholat Tarawih malam keempat Ramadhan 2024 di Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Disebutkannya, pengamatan sederhana sebuah rekam medik ini, justru segaris datar dengan kandungan dari ibadah puasa itu sendiri. Puasa, ujarnya ulama di Banjarmasin ini, bukan hanya dijanjikan Alloh SWT akan diganjar dengan pahala sekaligus penghapusan doa dosa tetapi juga menyehatkan bagi yang menjalankannya.
Setidaknya, menurut dia, ada tiga sehat yang terkandung dalam setiap menjalankan ibadah puasa. Pertama menyehatkan fisik, kemudian sehat rohani. Yang terakhir, dan ini sangat dirasakan adalah puasa menyehatkan mulut. Katena setiap kita ingin menghibah dan berkata yang tidak bermanfaat, ada isyarat teguran dalam hati kita karena sedang perpuasa.
“Kalau di jaman sekarang ibarat kita ingin mengetik kalimat tak bermanfaat di status atau komen medsos, maka muncul teguran tersebut hingga bisa kita mengurungkannya,” ujar ulama ini lagi.(uumsri)



















