BANJARMASIN aktualkalsel.com—Beruntung lah mereka yang melaksanakan ibadah puasa sunah Arafah setiap tibanya 9 Dzulhijjah atau sehari menjelang Idul Adha.
Momen puasa di satu dari sepuluh hari hari emas yaitu sepuluh hari pertama di Bulan Dzulhijjah ini, menurut Ustadz Riza Rahman merupakan ibadah yang berkelas.
“Rasulullah menyebutkan muslimin yang melaksanakan puasa Arafah, maka mereka ditunggu oleh pengampunan dosa dengan durasi yang tidak main main lamanya yaitu dua tahun.
“Berpuasa sehari itu akan menghapus doa-dosa setahun yang lalu dan dosa-dosa setahun akan datang. Artinya sebelum kita melakukan perbuatan dosa di tahun mendatang, dosa itu sudah dihapus Alloh. Maha Pengasih Alloh ,” ujar ulama di Banjarmasin ini di hadapan jamaah Sholat Subuh Masjid Al Jihad Banjarmasin Sabtu 17 Juli 2021.
Puasa Arafah ini, disebutkan Ustadz Riza Rahman, merupakan ibadah berkelas seperti halnya ibadah dan amal kebaikan lain yang dilakukan dalam sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Itulah yang disebut para ulama sebagai hari hari emas.
Sebagai ibadah yang berkelas, ujarnya, sampai sampai bagi mereka yang melasanakan puasa Daud dan kebetulan 9 Dzulhijjah jatuh pada hari yang seharusnya dia off puasa, maka demi monentum puasa Arafah mereka harusnya berpuasa.
Untuk itulah, menurutnya, bagi perempuan yang berhalangan puasa, sebaiknya tetap berniat untuk puasa ini. Inshaa Alloh niat itu sudah diterima Alloh.
“Dan bagi mereka secara umum tidak bisa berpuasa pada hari ini, upayakan menberikan makanan kepada seorang yang berbuka puasa Arafah maka mendapatkan imbalan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa,” ujar Ustadz Riza Rahman lagi.(uumsri)



















