BANJARMASIN aktualkalsel.com—Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengisyaratkan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini sekarang memang belum akan memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seperti di Jawa dan Bali.
“Status Banjarmasin dalam penanganan penanggulangan copid berada di level 2 menuju ke 3 atau masuk zona kuning ke arah oranye,” ujar walikota ketika mempin rakor bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkomda) Banjarmasin Rabu 21 Juli 2021.
Seperti yang dirilis Diskominfotik, rakor yang membahas evaluasi penanggulangan virus tersebut dijelaskan pula tentang kemungkinan atau tidaknya kota ini harus terkena penerapan PPKM yang disyaratkan instruksi mendagri tetang PPKM yang meyebutkan daerah dengan status level 4 atau zona merah harus menerapkan pembatasan ini.
“Mudahan sepekan ke depan level kita tidak naik, hanya saja begitu masuk kevel 3 terpaksa rem darurat kita tarik,” ujar walikota.
Paska rakor itu, walikota meninjau RS Sultan Suriansyah untuk memastikan perdiapan antisipasi peningkatan pasien.
Di rumah sakit itu ada 43 pasien copid sementara fasilitas yang tersedia 50 tempat tidur. Jumlah sedang dalam penambahan 50 yang baru.
Sementara banyak masyarakat yang mengharapkan program vaksinasi yang sudah berjalan di kota ini mampu menekan perkembangan yang dikhawatirkan.
DOA
Sementara menurut seorang pegiat dakwah di Banjarmasin Ulya Mujanah menyebut tentang penetapan PPKM di sebuah daerah atau wilayah ataupun vaksinasi adalah bukan segalanya.
Prokes individual , menurut dosen sebuah universitas di Banjarmasin ini memang sebuah ikhtiar namun yang utama harus kita laksanakan karena Alloh dengan memanjatkan doa doa yang diajarkan dalam Rasulullah dan disampaikan oleh ulama ulama.
Inilah antara lain doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
Allaahumma innii’auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa sayyi il asqom . (Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk.”). (HR Abu Dawud).
Baca juga tiga kali: A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT-TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan ciptaan-Nya.” (HR. Ahmad).
Menurut Ulya, baca juga tiga surah terakhir Alquran atau tiga qul, pagi dan sore/petang.(uumsri)
















