TANAH BUMBU, aktualkalsel.com – Empat komunitas motor Bold Riders Batulicin akan ikut menyumbang hewan kurban saat Idul Adha 1442 H.
Komunitas yang terdiri dari HSFCI Tanah Bumbu, SMI Batulicin, TOB Batulicin, dan YR15CI Tanah Bumbu memilih Masjid At-Taqwa di Tanah Bumbu sebagai lokasi pelaksanaan kurban pekan lalu.
Koordinator Bold Riders Batulicin Fatchurrachman Rizki Fauzi menuturkan Masjid At-Taqwa merupakan masjid tertua di Tanah Bumbu. Masjid ini berdiri sejak tahun 1943.
“Lokasinya menjadi unik karena terletak di pinggir sungai dan arsitekturnya hingga sekarang tetap dipertahankan menggunakan kayu. Karena keunikannya itulah, teman-teman Bold Riders Batulicin memutuskan untuk menyumbangkan hewan kurban di sana,” tutur Fauzi, dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).
Masjid At-Taqwa berjarak sekitar 2 km dari dari basecamp komunitas motor di pusat kota Batulicin. Karena iconic, banyak pihak ikut mengurus dan memberikan sumbangan agar bangunan masjid bisa tetap dipertahankan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Area (KITA) tahun 2021. Bersamaan dengan momentum hari Kurban 1442 H, Kolaborasi KITA menggelar program #KITABerbagi2021 dengan tema ‘KITA Berbagi, Merajut Peduli Untuk Sesama’. Kegiatan ini melibatkan 679 komunitas dengan lebih dari 14.000 anggota di 82 kabupaten/kota. Namun, dalam pelaksanaan nanti, masing-masing komunitas hanya diwakili beberapa anggotanya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.
Komunitas yang terdiri dari Bold Riders, Super Friends, Heppiii Community, dan Kill The LAst ini berhasil mengumpulkan lebih dari 670 kambing dan 7 sapi. Hewan-hewan kurban itu kemudian dipotong dan dagingnya diberikan kepada ribuan anggota masyarakat yang berhak, yang tersebar di 82 kabupaten/kota.
Kegiatan oleh Kolaborasi KITA ini merupakan tahun kedua. Pada tahun 2020, kegiatan yang sama melibatkan 379 komunitas dengan donasi sebanyak 5 ekor sapi dan 202 ekor kambing. Saat itu lebih dari 5.000 paket daging kurban berhasil dibagikan kepada masyarakat di 42 kabupaten/kota di Indonesia Timur. JRH/Edwan















