PAGATAN, aktualkalsel.com – Prioritas penyerapan lapangan kerja saat sekarang ini lebih diperlukan bagi masyarakat kabupaten Tanah Bumbu, ketimbang mencetak ribuan sarjana.
Peningkatan SDM masyarakat Tanah Bumbu suatu keharusan, hanya saja saat ini yang lebih diperlukan penyerapan lapangan kerja.
” Banyak sarjana, tapi apa gunanya jika mereka menganggur, tidak punya pekerjaan, ” tegas Hamsuri, anggota DPRD Kalimantan Selatan ketika menjadi juru kampanye calon kuat bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar ketika berkampanye di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Hilir, Tanah Bumbu, Rabu ( 18/11/2020 ).
Hamsuri yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan 2014 – 2019 itu menegaskan, persoalan yang dihadapi sekarang ini perlunya peluang dan kesempatan kerja bagi mereka yang sudah sarjana.
Sementara itu, Zairullah yang berpasangan Azhar-Muhammad Rusli ( ZR ), terpilih jadi bupati akan fokus menciptakan lapangan pekerjaan dan mencetak anak muda yang punya skill sesuai kebutuhan.
” Tugas sekarang adalah mencetak lapangan pekerjaan. Dan ini mejadi satu program prioritas kami untuk mengurangi pengangguran,” kata mantan anggota DPR-RI dua periode itu.
Dan Zairullah juga menjanjikan BLK- BLK untuk melatih generasi muda siap pakai yang nantinya bisa disalurkan ke perusahaan-perusahaan di daerah ini.
PENGANGGURAN TINGGI
Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanah Tumbu, mengungkapkan pada 2019 lalu, ada sebanyak 5.710 yang terdata atau disebut pengangguran terbuka.
Dan tentunya pada tahun 2020 ini jumlah pencari kerja semakin meningkat. Demikian juga dengan jumlah pengangguran.
Seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, UMKM dan Koperasi Tanah Bumbu, Saikul Ansyari mengatakan, data pencari kerja atau pembuatan kartu kuning, di triwulan 2 sebanyak 454. Sementara triwulan 3 masih belum didata semua,” katanya.
Tingginya angka pengangguran tersebut, menurut Saikul dipengaruhi beberapa faktor.
Di antaranya, kurangnya lowongan pekerjaan, skil pencari kerja yang masih minim, kesempatan kerja yang tidak ada. Edwan/SKR




















