BANJARMASIN aktualkalsel.com– Namanya adalah Dalam sejarah Rasulullah dikenal dengan nama Abu Makdzuroh Aljumahi. Pemuda bani Quraisy Mekkah ini hobinya mengolok olok adzan.
Di masa Fatul Makkah yang dipimpin Rasulullah, dia berusia kisaran 16 tahun. Bersama sembilan temannya mereka mendatangi Rasulullah yang tengah dalam persiapan kembali ke Madinah setelah Perang Hunain berakhirdengan kemenangan pasukan Radulullah.
“Belum sampai betemu Rasulullah, sepuluh pemuda ini mendengar adzan waktu sholat dikumandangkan oleh Bilal. Dengan riang gembira mereka ramai ramai menirukan setiap lafal adzan dengan maksud mengolok oloknya,” ujar Ustad Rahmat Fauzan Ashari dalam ceramah bada Sholat Subuh Masjid Al Jihad Banjarmasin Jumat 11 Februari 2022.
Selesai adzan oleh Bilal itu, mereka pun tertawa puas. Namun tak disangka oleh mereka, olok olokan itu didengar oleh Rasulullah bahwa salah seorang di antara pengolok olok adzan itu mempunyai suara sangat merdu namun lantang.
Maka, menurut Ustadz Rahmat Fauzan, Rasulullah meminta para sahabat untuk memanggil kesepuluh pemuda Quraisy ini. Begitu ada di hadapan Rasulullah bertanya siap tadi yang mengolok olok adzan suaranya paling nyaring.
“Setelah diam katena merasa takut, akhirnya sembilan kawan menunjuk ke arah pemuda yang memang mengajak sembilan kawannya untuk mengolok olok adzan,” ujar ulama di Banjarmasin ini.
Untuk menastikan kebenaran tuduhan sembilan pemuda tadi, maka Rasulullah pun menyuruh pemuda itu untuk mengulangi olokannya.
“Tetapi Dia mengaku tidak hafal Adzan, maka dengan dibimbing dia mengulanginya dan Rasulullah pun mendengar suara itulah yang paling nyaring dan merdu,” ujar Ustadz Rahmat Fauzan lagi.
Dalam waktu itu dia sangat ketakutan, dia mengira kaum muslimin akan menghukumnya sebagai dengan dakwaan pengolok olok adzan. Pastilah hukuman mati akan menantinya.
Namun, menurut ulama di Banjarmasin ini, Rasulullah justru menunjuk dia sebagai muadzin Masjidil Haram.
“Pemuda tadi bingung karena dia belum ber-Islam. Maka Rasulullah kenudian membimbingnya bersyahadat kemudian mengusap wajah kepala, wajah hingga dada pemuda itu,” jelas Ustadz Rahmat Fauzan lagi.
Bahkan, ujar Ustadz Faudzan, adzan yang diajarkan Rasulullah ke Abu Makhdzuroh ini ada perbedaan dengan adzannya Bilal yaitu ketika lafaz ‘Hayya Alash Shalah 2x,’ dan ‘Hayya alal Fallah 2x’ selesai diulangi lagi.
Menurut Ustadz Fauzan, Abu Makhdzuroh bahkan diberi Alloh usia panjang hingga setelah itu berpuluh tahun lamanya dia menjadi muadzin tunggal Masjidil Haram hingga akhir hayatnya, dan diteruskan oleh keturunan keturunan hingga beberapa generasi.(uumsri)



















