BANJARMASIN, aktualkalsel.com – Wacana Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka mulai awal November ini dengan alasan Banjarmasin sudah banyak zona hijau dan kasus Covid-19 mengalami penurunan, mendapat reaksi dari DPRD setempat.
Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Matnor Ali mengatakan, memang dari data yang diperoleh dari Dinkes setempat, akhir-akhir ini angka penyebaran Covid-19 di Banjarmasim mulai melandai.
Apalagi kata Matnor, Pemkot Banjarmasin telah melaksanakan penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan sangat baik. Protokol kesehatan yang disampaikan ke masyarakat pun dipatuhi warga.
“Kami memberikan apresisasi kepada pemeintah terkait penerapan Prokes. Itu efektif, angkanya melandai,” ucap Matnor kepada wartawan di gedung dewan, Kamis (22/10/2020).
Namun Matnor menyarankan, jika pemerintah akan memberlakukan pembelajaran tatap muka bagi siswa, sebaiknya dilakukan dengan menggunakan sistem shif. Pembelajaran dibagi menjadi beberapa sesi.
“Jadi tidak menumpuk. Pembelajaran tatap muka ini bergantian. Tapi dengan materi pembelajaran yang sama,” katanya.
Politikus Golkar ini mengakui, meski angka penyebaran Covid-19 mulai melandai, pihaknya tidak menjamin para siswa khususnya di Sekolah Dasar (SD) nantinya mampu menerapkan protokol kesehatan dengan benar.
Apalagi saat ini pemerintah juga belum meluncurkan vaksin Covid-19. “Jangan sampai nantinya ini justru menimbulkan klaster baru. Utamakan keselamatan siswa. Vaksinnya juga belum ada,” ingatnya.
Selain itu, dirinya kembali mengimbau kepada seluruh Warga di Kota Seribu Sungai untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Redkal/Edwan



















