BANJARMASIN aktualkalsel.con–Dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) berbeda dalam memposisikan kantor organisasi di ibukota negara (IKN) yang baru yaitu di Paser, Kalimantan Timur.
Kalau Pengurus Besar NU (PBNU) akan membangun kantor , rumah sakit dan perguruan tinggi di IKN itu Muhammadiyah menyatakan tetap berkantor di Yogyakarta dan Jakarta.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) resmi mencanangkan pembangunan kantor baru PBNU di Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
“PBNU mendahului mohon izin untuk ikut menempati Ibu Kota Negara Nusantara,” kata Gus Yahya di sela-sela pencanangan kantor baru PBNU di IKN Penajam Paser Utara, Minggu (30/1/2022) dikutip dari kompas.com.
Sementara Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya belum memutuskan untuk berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) baru ‘Nusantara’ . Berdasarkan AD/ART, PP Muhammadiyah hanya berkantor di dua kota.
“Belum tahu,” ucap Sekretaris Umum PP Pusat Abdul Mu’ti saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (2/2/2022).
Abdul menyebut berdasarkan Anggaran Dasar (AD) Muhammadiyah Pasal 3 bahwa berkedudukan di Yogyakarta. Sedangkan menurut Anggaran Rumah Tangga (ART) Pasal 1 bahwa Pimpinan Pusat menyelenggarakan aktivitas di dua kantor Yogyakarta dan Jakarta.
“Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 3: Muhammadiyah berkedudukan di Yogyakarta. Anggaran Rumah Tangga Pasal 1: (1) Muhammadiyah berkedudukan di tempat didirikannya, yaitu Yogyakarta. (2) Pimpinan Pusat sebagai pimpinan tertinggi memimpin Muhammadiyah secara keseluruhan dan menyelenggarakan aktivitas di dua kantor, Yogyakarta dan Jakarta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul menyebut apabila ingin mengubah Kantor PP Muhammadiyah harus melalui Muktamar atau Tanwir. (uumsri)l




















