BANJARMASIN aktualkalsel.com–Paska berhenti beroperasi pada Februari 2024, kini lokasi Taman Wisata Kampung Ketupat Banjarmasin Tengah, nampak terbengkalai. Pagar bambu yang mengelilingi obyek wisata berbayar tersebut mulai ditutupi tanaman liar. Daun nipah yang menjadi atap deretan kios kini kering kerontang, rawan api.
Akses utama masuk yang semula dijadikan tempat penjualan karcis ditutup dengan pintu pagar sehingga warga tidak bisa menembus ke sana. Di sekitar bangunan yang didominasi materi bambu tersebut kini menjadi tongkrongan anak muda yang bersantai sambil menikmati kegiatan di sungai yabg berada di bagian barat taman tersebut.
Taman sepanjang sekitar 200 meter tersebut terletak di pinggiran Sungai Martapura sebelah timur. Dari tempat ini bisa dinikmati view sungai serta aktivitas di seberang yang merupakan kawasan Pasar Ujung Murung. Lokasinya dikelilingi pagar bambu sehingga terkesan tak bersinergi dengan Kampung Ketupat di kawasan Jl Sungai Baru tersebut.
Fasilitas yang ada di lokasi taman tersebut adalah pohon pohon rindang yang di bawah rimbunannga dibangun beberapa gazebo untuk bersantai, sederet kios beratap daun pohon nipah, taman bermain anak, ruang berdinding kaca tembus pandang untuk galeri seni serta yang menjadi ikonnya adalah bangunan berdesign doyong seolah hendak roboh yang menjadi arena teater setengah lingkaran untuk pertunjukan. Ada toilet yang bersih.
Setelah tidak lagi beroperasi sejak sekitar Februari 2024 itu, taman terbuka hijau berbayar yang diresmikan walikota Banjarmasin Ibnu Sina pada Juli 2023 itu tampak tak terawat. Bahkan terkesan seperti arena kandang ternak.
Sejumlah warga di sana memduga penyebab taman itu bertahan hanya seumur jagung karena masuk berbayar lumayan mahal. Intuk masuk pada hari kerjaRp15 ribu sedangkan di hari libur Rp20 ribu.
“Mahal bayar masuknya,” ujar satu warga kepada aktualkalsel.com.(uumsri)



















