BANJARMASIN Aktualkalsel.com–Walau secara formal pencarian wisatawan tenggelam di Pantai Batakan Baru oleh Tim SAR dinyatakan dihentikan setelah tujuh hari penyisiran, namun secara individu ikhtiar untuk menemukan jasad korban terus dilakukan.
Di hari kesembilan yaitu Minggu 17 Maret 2024 upaya tak kenal lelah itu melibatkan satu relawan penyelam yang datang dari Alalak Berangas, Kab Batola, Kalimantan Selatan, Seorang diri, Wahyudi melakukan penyelaman cukup lama yaitu sekitar 25 menit dengan menggunakan selang sepanjang 20 meter yang dihubungkam ke kompresor.
“Sebenarnya penyelaman tak ada kendala berarti karena air pantai bersih hanya saja arus bawah pantai lumayan deras,” ujar penyelam itu seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id.
Selain penyelaman, ikhtiar di hari kesembilan itu juga dilakukan dengan cara memasang jaring serta penyisiran pantai. Pencarian itu disaksikan banyak warga yang berdiri di bawah pohon pohon. Sementara orangtua korban dengan tabah masih bertahan menunggu pencarian dengan mendirikan tenda di pantai. Hingga di hari kesembilan itu belum membuahkan hasil.
Upaya pencarian juga diperkuat dengan melakukan doa oleh warga memohon pertolongan Alloh SWT agar tubuh Muhammad Balya 17 th yang seorang santri dari Kabupaten Banjar, bisa ditemukan.
Balya pada Sabtu berwisata di pantai itu. Dia kemudian berenang bersama dua temannya. Namun, cuaca pantai sejak pagi cukup ekstrem hingga bergelombang besar, apalagi di hari menjelang sore dimana saat itu Balya diseret ombak dan tenggelam.(uumsri/foto net)



















