BANJARMASIN aktualkalsel.com–Ini cerita salah seorang warga Kota Banjarmasin yang mengaku sangat supraise bahkan sempat tak percaya bisa terpilih sebagai penerima program bantuan subsidi upah (BSU) 2025 dari penerintah.
“Seratus persen tak percaya, saya kira hoax bahkan mungkin penipuan, ujarnya kepada aktualkalsel.com.
Kronologi nya pada Kamis 31 Juli 2025, dia mengaku lagi rebahan dan membuka hp untuk cek pesan masuk. Salah satu ada dari PosIndo.
“Karena dari no tak kenal, saya tak membukanya. Takut semacam pancingan dari nomor penipuan, yang ujung ujungnya minta transferan. Baru keesokannya ada rasa kepo karena logo pengirim dari PosIndo, itupun minta tolong sama anak yang lebih paham tentang pesan pesan hoax. Ternyata pesannya mempesona,” ceritanya lagi.
Pesannya menggunakan bahasa gaul: hai ….Penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp.600.000, mohon segera lakukan pengecekan. Dana BSU akan segera hangus jika tidak segera diambil.
Langkah Penting :
1. Unduh aplikasi POSPAY untuk verifikasi status penerima BSU kamu
2. Jika terdaftar sebagai penerima, segera kunjungi Kantor Pos terdekat dengan membawa : KTP
Catannya: batas akhir cair 3 Agustus 2025.
“Saya masih gak yakin, masakan orang lagi rebahan kujuk kujuk menerima bantuan pemerintah. Gak pernah didatangi petugas RT atau kelurahan untuk didata, pula. Agar tidak kepo berkelanjutan, aplikasi PosPay kami buka untuk memasukan data yang diminta, alhamdulillah nama saya cocok dengan data yang ada di aplikasi BSU,” ujar perempuan yang mengaku nenek beberapa cucu ini.
Dia mengaku mendatangi Kantor Pos pada Sabtu 2 Agustus 2025 atau sehari sebelum batas waktu. Luar biasanya, begitu masuk ruang di lantai 2 kantor tersebut, disapa sekuriti yang menunjukkan dimana konter BSU. Sampai disana, tak ada yang antre. KTP diserahkan. “Untuk cek NIK saja, bu .. oh benar ini data ibu baru masuk”, ujar petugas du konter BSU itu.
Hitungan detik, keluar semacam tanda terima ukuran tiga jari untuk ditandatangani. Selesai itu dana rp600 ribu diterima.
“Begitu penuh kejutannya BSU ini,” ujar ibu tadi.
Ketika ditanya, kira kita faktor apa yang menjadi pertimbangan dia dipilih sebagai penerima BSU tersebut, dia menyebutkan, kemungkinan karena status.
“Usia saya sudah kepala 6 tetapi masih bekerja di swasta dan terdaftar sebagai penegang kartu ketenagakerjaan. Mungkin itu pertimbangannya,” ujarnya lagi.
Sementara program BSU di penghujung pelaksanaanya pada 3 Agustus 2025 sempat diwarnai dengan berita heboh yaitu adanya sejumlah anggotaDPRD Purwakerta, Jawa Barat, sebagai penerima program tersebut.(uumsri/foto net)
















