BANJARMASIN aktualkalsel.com–Banyak warga Kota Banjarmasin yang tidak mengetahui di kota yang berjuluk ‘kota seribu sungai’ ini ada kanal kanal yang dibuat di masa penjajahan Belanda.
Bahkan jumlahnya sangat banyak mencapai sepuluh kanal dan merupakan sungai sungai yang tergolong besar di kota ini.
Menurut data di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin ada sepuluh kanal peninggalan Belanda di kota ini.
“Kanal Tatas, Kanal AYani, Kanal Veteran, Kanal Anjir Mulawarman, Kanal Pengambangan, Kanal Awang, Kanal Antasan Raden, Kanal Antasan Bondan, Kanal Kuripan dan Kanal Teluk Dalam,” ujar Toni, Bidang Sungai di PUPR Kota Banjarmasin.
Menurut Toni, beberapa kanal Belanda itu kini sudah dilakukan revitalisasi paskabanjir terparah dalam 40 tahun terakhir, pada pertengahan Januari 2021.
Kini, di lapangan kondisi kanal kanal itu banyak yang sangat memprihatikan. Apalagi sebelum direvitalisasi.
Kanal kanal yang semula menjadi andalan sebagai pembuang air pasang dan hujan sebelum direvitalisasi tengah mengalami pendamgkalan bahkan buntu akibat jalan arus air itu tertutup bangunan dan tertimbun sampah.
“Dari sepuluh kanal itu, belum semuanya yang disentuh pekerjaan revitalisasi sungai, baru lima. Itupun hanya secara manual bukan menggunakan alat berat,” ujar Toni.
Revitalisasi kanal kanal peninggalan Belanda ini, digagas Walikota Banjarmasin periode 2016-2021 H Ibnu Sina sebagai antisipasi terjadinya banjir ke depannya. (uumsri)


















