BANJARMASIN aktualkalsel.com–Miskomunikasi terjadi pada perjalanan tim advance umroh Indonesia yang menjadi ‘kloter pertama’ umroh jamaah Indonesia paskapandemi covid.
Tim advance yang terdiri dari 25 orang utusan dari sejumlah travel umroh di Indonesia itu tiba di Jeddah pada 24 Desember 2021 dinihari. Wajah mereka tampak bahagia karena menjadi perwakilan Indonesia untuk menjajaki umroh dengan tatanan baru beribadah di Mekkah dan Madinah.
“Alhamdulillah kita bisa kembali beribadah, perjalanan lancar, dan tanpa karantina lho,” ujar jamaah tersebut seperti tampak di tayangan youtube Sahabat Salam yang menjemput rombongan khusus ini di Bandara King Abdul Aziz, Jedah.
Tim advance itu disambut dengan kalungan bunga, mawar merah sekuntum dan jamuan kopi Arab serta kurma terbaik di bandara tersebut. Ikut menjemput Konjen RI di Jeddah Eko Hartono. Usai semuanya, mereka pun meluncur menuju Kota Mekkah untuk ibadah umroh.
Sekitar 21 kilometer meninggalkan bandara, mobil rombongan dikejutkan dengan instruksi dari pihak bandara Saudi untuk balik ke Jeddah untuk menjalani karantina lima hari di sebuah hotel bintang lima di kota itu dengan biaya pribadi Rp7 juta. Padahal sebelumnya tidak ada dalam kesepakatan untuk karantina di Jeddah ini.
Miskomunikasi sempat membuat heboh di jajaran kementrian Agama di Jakarta. Bahkan Menteri Agama mengakui adanya miskomunikasi di Jeddah tersebut.
Kini di penghujung 2021, rombongan tim advance umroh Indonesia dikhabarkan sudah berada di Mekkah untuk beribadah sejak 28 Desember waktu setempat.(uumsri)



















