WASHINGTON aktialkalsel.com–Muslimin di Amerika Serikat merasakan keberkahan Ramadhan 1445 H ini lebih tebal. Bahkan, di New York tarawih diselenggarakan lebih masif di Square Time, pusat bisnis paling semarak se jagad raya.
Bahkan, melandir berita Boice od America (VoA) betbahasa Indonesia menyebutkan sebuah survei baru menunjukkan bahwa hampir 70 persen umat Islam di Amerika Serikat (AS) memberikan zakat, atau bersedekah selama bulan suci Ramadan.
Lebih lanjut ksntor betita itu menyebutkan survei yang dilakukan Inisiatif Filantropi Muslim (Muslim Philanthropy Initiative) di Indiana University mendapati bahwa jenis kelamin, usia, ras, pendapatan, status perkawinan, religiositas, dan status pendaftaran pemilih merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi Muslim Amerika untuk membayar zakat selama Ramadan.
“Pentingnya Ramadan bagi umat Islam telah lama dibahas,” kata Shariq Siddiqui, peneliti utama studi tersebut dan direktur Muslim Philanthropy Initiative di Indiana University.

Meskipun tidak ada persyaratan khusus untuk membayar zakat selama Ramadan, banyak umat Islam yang lebih memilih untuk memenuhi kewajiban mereka selama bulan tersebut karena percaya bahwa pahala amal selama bulan suci akan dilipatgandakan.
Sementara banyak muslim asal Indonesia yang merasakan Ramadhan 2024 terasa lebih ramadhan.(uumsri/foto net)



















