BANJARMASIN aktualkalsel.com–Menjelang Pemilu 2024 yang akan berlangsung 14 Februari, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan kembali menyerukan gerakan anti politik uang kepada masyarakat. Seruan itu disampaikan dalam Dialog Penguatan Ukhuah Islam di Tahun Politik dalam Rangka Menghadapi Pemilu 2024 yang berlangsung di Banjarmasin Sabtu 9 September 2023.
Adalah Ketua MUI Kalsel KH Husin Naparin yang kembali mengemukakan kegelisahannya karena nyaris tak bisa dilepaskan antara politik uang dengan setiap pemilu di negeri ini.
“Bahkan banyak masyarakat kita sudah menantikannya walau pemilu masih lima tahun lagi,” ujar KH Husin Naparin ketika menanggapi materi yang disampaikan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Prof Hafiz Anshary dalam dialog itu.
Sebagai ‘testimoni’ politik uang yang sudah massiv di setiap pemilu itu, ketua MUI Kalsel tadi menyebutkan satu kasus dimana pelalu politik uang di pemilu ini dikenalnya dengan baik sebagai seorang legislator di daerah ini.
Menanggapi keprihatinan ketua MUI Kalsel terhadap politik uang yang semakin akran di setiap pemilu ini, prof Hafiz Anshary yang juga samah satu unsur ketua di MUI Kalsel menyatakan sangat setuju agar organisasi berkumpulnya para ulama ini untuk semakin giat menyuarakan gerakan anti politik uang ini di setiap dakwah ukhuahnya.
Politik uang ini, diakui Hafiz Anshary, sudah menjadi semacam ‘lahan subur’ karena hidupnya bukan hanya dibesarkan oleh para peserta pemilu itu sendiri sebagai pihak yang ‘membayar’ tetapi juga oleh masyarakat dengan cara menawarkan ‘suara’ atau jasa kepada peserta pemilu.
Walau diskuinya masih sangat sulit untuk memberantas politik uang ini, namun dia setuju menjadikan momentum tahun politik 2023 ini sebagai lahan bagi ulama untuk terus menyuarakan fatwa haram MUI terhadap politik uang ini di setiap kesempatan dakwahnya.
“Tentu saja pihak penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu juga harus menegakkan aturan main karena politik uang juga dilarang dalam aturan pemilu,” ujarnya.
Dialog Penguatan Ukhuah Islam di Tahun Politik itu menampilkan nara sumber lain seperti Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syarifudin, Ketua Bawaslu Kalsel Aries Murdiono dan anggota KPU Kalsel M Fahmi Failasopa. Dialog dibuka Ketua Umum MUI KH Husin Naparin.(uumsri)




















