BANJARMASIN aktualkalsel.com–Presiden Prabowo Selasa 17 Desember 2024 melantik H Muhidin sebagai gubernur Kalimantan Selatan mengisi posisi yang ditinggalkan pejabat sebelumnya yaitu H Sahbirin yang mengundurkan diri pertengahan November lalu.
Muhidin sebelumnya adalah wakil Sahbirin untuk periode 2024 yang akan berakhir Februari mendatang.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mempunyai catatan istimewa. Menjadi wakil Sahbirin, mereka memenangi Pilgub 2019-2024. Seharusnya periode mereka berakhir Agustus 2024 namun karena ada peraturan tentang kepala daerah di pilkada serentak, jabatan mereka diperpanjang enam bulan hingga Februari 2025.
Tetiba di masa perpanjangan itu tinggal tiga bulan, Sahbirin mengundurkan diri sebagai gubernur karena dugaan tersangkut kasus korupsi bawahannya oleh KPK.
Ketika itu Muhidin tengah cuti kampanye Pilgub 2024 bersama pasangannya Hasnuryadi. Pelaksanaan tugas gubernur dijalankan oleh Sekda.
Pada Minggu 24 November 2024 cuti kampanye berakhir, harusnya Muhidin sudah menjalankan tugasnya sebagai sebagai gubernur Senin. Namun tidak tidak masuk kantor hingga selesai hari pencoblosan yang berlangsung Rabu 27 November 2024 dengan alasan ‘menghindari sangkaan penyalahgunaan ljabatan’.
Pada Kamis keesokan seharusnya dia menjadi gubernur definitif menggantikan Sahbirin, namun, kembali lagi namun, belum ada keputusan presiden dikarenakan Prabowo masih dalam lawatan ke luar negeri paska dilantik menjadi Presiden ke 8 RI. Selama 23 hari dia sebagai pelaksana tugas sambil menunggu pelantikan oleh Prabowo tersebut.
Muhidin akan menghabiskan masa periode tugasnya hingga Februari 2025. Setelah itu dia kembali akan dilantik sebagai pasangan gubernur baru Kalimantan Selatan bersama wakilnya Hasnur setelah memenangi Pilgub 2024 secara signifikan melawan pesainganya Hj Raudatul Jannah yang merupakan istri Sahbirin.
Jejak politisi PAN Kalimantan Selatan ini di kursi Kalsel 1 ada kemiripan dengan karir alm HM Said yang menjabat sebagai gubernur Kalsel 1984-1995 atau selama sebelas tahun. Ketika itu, Said merupakan wakil gubernur Mistar Cokrokusumo. Jelang menasuki tahun kelima sang gubernur meninggal dunia karena sakit. Sebagai wakil HM said otomatis naik menjadi gubernur dan kenudian terpilih lagi di pemilihan dua periode berikutnya.(uumsri/foto net)


















