BANJARJARMASIN aktualkalsel.com–Hari hari jelang Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 2024, khabar dugaan larangan berjilbab bagi peserta perempuan Paskibraka Nasional semakin masiv.
Di media sosial bertebaran akun akun yang mengecam aksi penyelenggara yang nekad hebdak ‘menghapus’ jilbab dari peserta Paskibraka Nasional tersebut. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah di laman mereka meminta agar peserta perempuan bila diharuskan melrpas jilbabnya, lebih baik pulang saja.
Bahkan, Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PPI) menyoroti adanya isu dugaan anggota Paskibraka Nasional 2024 dilarang menggunakan jilbab. PPI meminta BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) selaku pengelola dan penanggung jawab. Menurut PPI belum petnah ada aturan seperti ini.
“Kalau untuk keseragaman, kenapa tidak semuanya aza mengenakan jilbab. Seragam juga namanya,” tulis satu nitizen.
Apalagi, mayoritas peserta yaitu dari 18 provinsi, ketika masuk ke pelatihan, mereka mengenakan jilbab.
Khabar dugaan larangan berjilbab bagi peserta perempuan Paskibraka Nasionsl ini mukai mencuat ketika Presiden Jokowi mengukuhkan mereka dan terlihat tak seorang pun peserta perempuan yang mengenakan jilbab.
“Bila dipaksakan lepas jilbab, lebih baik kita jemput anak kita pulang, sambit sevagai pahlawan Proklamadi 17 Agustus,” tulis satu akun yang ramai dicopy paste.
Dugaan larangan berjilbab di Prakibraka Nasional ini terus bergulir. Rakyat Indonedia menunggu apakah pada pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan RI 2024 di IKN pada 17 Agustus nanti, memang 18 peserta yang awalnya berjilbab itu menanggalkannya?(uumsti/foto net)



















