BANJARMASIN aktualkalsel.com–Pernikahan Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah merupakan pernikahan antara putri bungsu Rasulullah SAW dengan saudara sepupu Sang Nabi. Terjadi pada tahun kedua Hijriyah setelah Perang Uhud.
Prosesi melamarnya diuraikan kembali oleh Ustadz Rahmat Fauzan Lc dalam kuliah subuh di Masjid Al Jihad Banjarmasin Jumat 10 November 2023 yang mebgangkat tema tentang sejarah kehidupan Rasulullah SAW.
“Walau antara Rasulullah SAW dengan Ali bukan hanya keluarga tetapi juga salah satu sahabat, namun kala itu Ali merasakan ketegangan yang luar biasa,” urai ulama di Banjarmasin itu.
Ali menghadap Rasulullah SAW seorang diri, tetapi ada banyak sahabat Nabi yang lainnya menunggu di luar rumah memberikan doa dan dukungan sambil kepo luar biasa menunggu hasil apakah diterima atau tidak.
Begitu, Ali keluar langsung diserbu dan dihujani pertanyaan : apakah lamarannya diterima atau ditolak.
“Entahlah, Rasulullah SAW hanya mengatakan dua kata: marhaban dan wasahlan, ujar Ali bin Abi Thalib menjawab ke-kepoan para sahabat yang lain,” ujar Ustadz Rahmat dalam kajian subuhnya itu.
Ketika dalam keraguan itu, seorang sahabat kenudian menjelaskan makna dua kata jawaban Rasulullah itu. Kedua kata yang artinya selamat datang itu mengisyaratkan diterima.
Ketika Rasulullah menanyakan mahar apa yang dibawa untuk Fatimah, Ali bin Abi Thalib menyebut satu set baju perang. Namun karena syarat mahar adalah harus berupa benda yang bisa dinikmati istri, maka Ali harus menjual dulu baju perangnya untuk dijadikan uang.
Baju perang mahar itu, menurut Ustad Rahmat, dijual kepada Sahabat yang juga menantu Rasulullah yaitu Usman bin Afan dengan harga setara 170 gram emas saat itu. Setelah akad jual beli selesai dan uang diserahkan, Ustman bin Affan menyerahkan kembali baju perang itu kepada Ali sebagai kado pernikahan.
“Uang setara harga 170 gram emas plus baju perang itulah mahar dari Ali bin Abi Thalib untuk Fatimah putri Rasulullah. Jumlah yang tidak sembarangan,” terang ulama itu.
Dari pernikahan Ali dan Fatimah ini kemudian lahir dua cucu Rasulullah yaitu Hasan dan Husin yang menpunyai beda usia setahun.(uumsri/foto net)















