BANJARMASIN aktualkalsel.com—Inilah percakapan seorang ayah dengan sang anak lanang —anak cowok— di media sosial yang menuai banyak doa dari nitizen.
“Bagaimana hidupmu sekarang, Nak?” ujar sang ayah mengawali ceritanya ketika berkunjung ke pesantren tempat anak lanangnya nyantri ilmu riyadhoh. Dialog itu diunggahnya di akun fb sang ayah.
“Aku bangun jam 3 pagi. Trus bersih-bersih kamar. Antre mandi sebelum subuh. Trus ke aula besar buat persiapan solat.” Ini jawaban sang anak yang cukup diskriptif tentang kehidupan barunya sebagai seorang santri baru.
“Habis itu setoran hafalan. Pagi masuk sekolah SD sampai siang. Selesai zuhur. Habis solat wajib tidur siang. Sehari setoran 3 kali. Malam harus sudah tidur jam 9 malam. Kalau ada yang terjaga atau keliaran, kena hukuman,” cerita sang anak lagi tentang rutinitasnya di pondok. Kali ini lebih detail dia menjelaskan pada si ayah.
Si ayah adalah seorang mantan jurnalis di harian besar di Banjarmasin dan kini menjadi pegiat ekonomi berbasis syariah dan tinggal di Pulau Jawa.
Amin Sudarsono adalah nama sang ayah yang kini tengah memupuk harapan besar pada pendidikan yang ditempuh anak lanangnya untuk nenjadi manusia yang tunduk di jalan Alloh.
“Anak ku tinggal di sebuah kamar seluas 5×5 meter. Berisi 14 anak. Masing-masing punya loker kecil dan kasur. Selebihnya hanya kitab mendampingi di sisi kamar,” tulis Amin lagi.
Begitu, ujarnya, kisah anak lanang-nya yag sedang menjalani riyadhoh. Seorang anak yang memilih menjalani hari harinya tanpa gadget dalam hidupnya. Nonton TV hanya sekali sepekan. Siklus hidup yang padat bermanfaat. Instalasi memori atas ayat-ayat suci.
Perjumpaan dengan orangtua dan adik-adiknya hanya sebulan sekali, itupun lima jam. Namanya sambangan. Hari yang ditunggu dan dinanti. Malamnya menyiapkan bekal dan titipan yang dipesan anak lanang melalui WA gurunya.
“Riyadhoh ini semoga mendidik jiwa dan batin Senopati Ibrahim. Kuat menghadapi zaman. Tumbuh jadi sosok lelaki bertanggungjawab. Tak Seorang Muslim pun Dipertemukan Alloh dengan Kedahsyatan Kiamat, Kecuali Golongan Ini,” ini doa sang ayah untuk anaknya yang memiliki nama yang terdengar luar biasa.
Doa yang cukup membuat pembacanya merinding dan menuai ucapan dukungan dari nitizen.
Riyadhoh adalah jurus sederhana menuju kemudahan Alloh.(uumsri)


















