BANJARMASIN aktualkalsel.com–Kasus mutilasi di Mojokerta, Jawa Timur ini, disebut sebut nitizen sebagai paling bengis dalam catatan kriminalitas di Indonesia. Begitu sadisnya cara pelaku memperlakukan korbannya, sampai sampai pihak kepolisian di sana, hampir tak tega merincinya.
“Dengan berat hati kami sampaikan pelaku memotong daging korban, sehingga tersisa tulang belulang,” ujar Kasat Rerkrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama kepada wartawan Minggu 7 September 2025 seperti dikutip dari detik.com.
Menurut Fauzy, malam itu setelah pelaku Alvi membunuh korban, lalu tubuh tak bernyawa itu dibawa nya ke mandi yang ada di lantai satu kamar kos mereka, untuk dimutilasi, secara sadis menggunakan pisau dapur, parang serta gunting tanaman.
Tak ada organ tubuh wanita malang itu yang utuh pun kulit dipisahkannya dari daging. Menurut polisi mutilasi itu sangat sangat sadis dan hanya bisa dilakukan manusi super bengis. Kemudian dibuang ke semak semak jalan jalur antara Pacet-Cangar, Mojokerta pada Sabtu siang kemudian secara tak sengaja ditemukan warga.
Kasus ini sangat menggemparkan, beruntung hanya dalam hitungan belum 24 jam pihak polisi berhasil membekuk pria berna Alvin yang diduga sebagai pelaku mutilasi lebih 60 potong tersebut.
Menurut sejumlah sumber berita, Alvin dan korban sejak April 2025 tinggal di sebuah kamar kos sangat sederhana di kawasan Avli di Jalan Raya Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya.
Ada yang menyebutkan antara tersangka dan korban sudah menjalin cinta selama lima tahun sejak keduanya kuliah. Selesai studi mereka berdua hidup bersama tanpa ikatan pernikahan resmi. Tetaoi kepada ketua RT tempat kos mereka mengaku sudah menikah sirih.
Untuk kehidupannya, korban bekerja sedangkan yang pria mengaku sebagai ojek online. Karena lingkungan kos tersebut pemukiman sangar padat maka tetangga kehidupan keduanya dengan mudah termonitor termasuk ketika kedua sering ribut, cekcok.
Demikian pula pada malam itu, pelaku tak bisa masuk rumah karena pintu dikunci korban dari dalam. Setelah terdengar ketukan berulang ulang, baru pintu dibuka, dan seperti biasa mereka lanjut cencok, ribut.
Diduga cekcok tengah makam itulah yang berujung pada peristiwa mutilasi sangat sadis tersebut. Naudzubillah min dzalik. (uunsri/foto net)


















