BANJARMASIN aktualkalsel.com–Tidak ada lembaga pendidikan resmi yang melahirkan profesi ini sebagai alumnus nya. Terapi, diprediksi job ini akan terbuka lebar dan banyak dicari di loker.
“Di Banjarmasin juga pastinya, caregiver akan dicari,” ujar dr Wiwit Agung Sri Nur Cahyati, spesialis geriatri di tiga rumah sakit di Banjarmasin, Jumat 10 April 2026.
Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan, diagnosis, pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas hidup lansia. Sedangkan caregiver merupakan jasa layanan sehari bagi lansia yang non mandiri secara fisik.
Prediksi peluang emas bagi profesi caregiver, menurut dr Wiwit, adanya kalangan lansia yang kategori tidak mandiri secara fisik karena faktor menurunnya kesehatan, memerlukan penanganan intensif.
Ketika, keluarga inti, terbatas waktu dan tenaga untuk mengurus orangtua mereka yang tergolong lansia tidak mandiri secara fisik ini, mereka membutuhkan tenaga profesi caregiver.
“Apalagi lansia yang hanya berbaring,” ujar dr Wiwit.
Jasa caregiver ini, menurutnya, sudah mulai bertumbuh di banyak negara termasuk di Indonesia. Untuk itu, dia mendorong lembaga pemerintah sepwrti BKKBN, Kesehatan, Sosial serta lembaga perlindungan perempuan dan anak untuk bersinergi menyiapkan tenaga caregiver melalui pelatihan kepada masyarakat.
Dr Wiwit menyampaikan hal tersebut ketika menjadi pemateri di acara Seminar Kesehatan Lansia yabg diselenggarakan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel uang dibuka oleh ketuanya drg Ellyana Trisya Hasuryadi di Banjarmasin. Selain dr Wiwit juga menjadi pemateri dr A Ghozali, dokter muda bedah toraks kardiak dan vascular yang mengangkat membahas hal jantung pada lansia.(uumsri/foto net)















