BANJARMASIN aktualkalsel.com–Isu rencana kenaikkan harga mi instan di pasar Indonesia hingga 300 persen ternyata hoax.
Hal ini dikemukakan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang seperti dilansir berita tribun.com Sabtu 13 Agustus 2022 dengan menyebut kabar tersebut berlebihan.
Menurut Welirang pada dasarnya komponen mi instan tidak 100 persen gandum. Sehingga, naiknya harga gandum tidak bakal membuat harga mi instan tiba-tiba melonjak signifikan.
Apalagi, menurutnya, saat ini harga gandum belum naik sampai 100 persen. Sementara Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies mengungkapkan, saat ini suplai gandum Indonesia aman, tidak terganggu oleh perang Rusia dan Ukraina.
Seban, ujarnya, pasokan gandum Indonesia banyak didatangkan dari Australia, Amerika, dan Kanada.
“Yang terbesar dari negara tetangga yaitu Australia,” papar Ratna.(uumsri)


















