BANJARMASIN aktualkalsel.com–Tragedi pembunuhan secara mutilasi oleh istri terhadap suami di satu desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Sekatan, diduga dipicu tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suami yang diabggap dudah keterlaluan. Esktrem.
Walau pihak polisi setempat masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka dan beberapa saksi, namun menurut cerita warga di Desa Paramasan Atas tempat perkara, tersangka dan korban adalah tergolong masih pengantin baru. Selama dua bulan berumah tangga si suamu sering sangat kasar.
Bukan hanya terhadap F sang istri yang baru dinikahinya, tetapi juga terhadap dua anak tirinya atau anak F dari pernikahan pertamanya yang berakhir cerai.
Mengutip banjarmasinpost.co.id,
Kepala Desa (Kades) Paramasan Atas, Ihsan, mensinyalir dari cerita warganya, si istri sering dianiaya korban.
“Puncaknya, korban sampai membuang anak tirinya ke sungai. Beruntung masih selamat,” ujar kepala desa itu.
Diduga karena tertekan dan sakit hati itulah, F kemudian melakukan tindakan nekad mengakhiri hidup si suami dengan cara sadis yaitu memisahkan kepala dan tangan kanan dari tubuh korban.
Peristiwa itu terjadi ketika Tabu 16 Juli 2025, korban dan istri bersama rombongan kelompok kerja berangkat menuju lokasi pendulangan emas di desa itu.
Di tengah perjalanan, korban memibta kelompoknya untuk berjalan lebih dulu senentara dia akan menyusul. Lama ditunggu tidak muncul, rombongan dikagetkan dengan kedatangan F tanpa suaminya. Kondisinya sangat gugup dan gemetar. Setelah lama diinterogasi baru terungkap kejadian tersebut.(uumsri/foto net)



















