BANJARMASIN aktualkalsel.com–Dia baru saja menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Peduli Sungai Banjarmasin oleh walikota Ibnu Sina pada puncak gelar budaya Hari Jadi ke 489 Banjarmasin Sabtu 21 September 2024.
Jurnalis tulen hingga di usianya yang melampaui 60 tahun masih rajin menulis untuk Kantor Berita Antara, khususnya tentang lingkungan hidup, sub sungai sungai beserta pernak perniknya: Hasan Zainudin.
“Alhamdulillah hampir semua sungai di wilayah Kota Banjarmasin sudah kami telusuri. Sungai yang mengalir yaa tentunya,” ujarnya ketika berbincang dengan wartawan aktualkalsel.com paskamenerima penghargaan sebagai inspirator sungai tersebut.
Dari kesaksiannya keluar masuk jalur sungai tersebut, dia menyebut satu sungai yang membuatnya takjub akan nuansanya yang begitu eksotis, tenang bagai belum tersentuh hajat kehidupan manusia. Bahkan dia menyebut berada di sana, seperti bukan di wilayah Kota Banjarmasin.
“Masih sangat asri. Aliran sungai yang tenang, beratap rimbunan daun pohon rambai dan rumbia yang saling bertaut, sinar matahari sekalipun hanya bisa mengintip di sela sela kecil. Benar benar kawasan bertabur nabati,” dia bercerita.
Saking eksotis nan asriny, Hasan menyematkan nama versi dirinya, sungai itu sebagai Little Amazon, sebagai kekayaan alam tersembunyi di Banjarmasin.
“Di peta Banjarmasin namanya Sungai Kuin Kecil, mengalir di bagian ujung selatan kota ini bermuara ke arah Sungai Barito. Saya pernah menulis tentang sungai ini dengan istilah Little Amazon,” ujarnya lagi.
Tetapi, menurut Hasan, susur Sungai Kuin Kecil itu dilakukan sudah sangat lama, disajikan sebagai liiputan ‘hiden paradise’. Dan, apa yang terjadi setelah lebih lima tahun berselang, sudah tak seeksotis pertemuan pertamanya..
“Tak serindang dulu lagi, sudah ada aura permukiman di sana,” ujarnya.
Sebagai jurnalis ‘senjakala’ yang berada di era digital, Hasan terampil ‘bermetamorfosis’ dalam memilih media penyampaiannya, dari text narasi ke visual digital yang sekarang trend sebagai vlog. Di akun berjuluk Paman Anum dia rajin membagikan rekaman keindahan dari balik pegunungan dan sela hutan sebagai aktivitas seorang observer amatir.
Kecintaannya pada lingkungan sungai dan hutan pegunungan itulah yang membuatnya kemudian ‘menindahkan’ seiris tipis alam penuh nabati itu ke hunian pribadinya. Sebuah rumah di pojok jalan komplek Mandiri Banjarmasin Utara, ditatanya sebagai miniatur alam nabati tadi. Berada di tepi Sungai Awang, dikawal rimbunan pohon rambai n kawan kawanya. Disana Hasan membuat gazebo beratap rindangan daun. Di sana dia berkala mengundang para relawan lingjungan untuk kongkow sambil diskusi.
Di sana dia juga mengundang aneka satwa sepertu unggas dan tupai untuk menikmati nyamannya hunian hijau desainnya, sebagai ‘tamu istimewa’.(uumsri)



















