BANJARMASIN aktualkalsel.com–innalillahi waainnalillahirojiun. Keluarga besar wartawan di Kalimantan Selatan berduka, seorang wartawan seniornya Nafarin Fauzi meninggal dunia di usianya yang sudah melampaui 70 tahun.
Di usianya yang sepuh dan hingga akhir hayatnya dia masih aktif menjalankan profesinya sebagai jurnalis, redaktur di Kalimantan Pos, media dimana dia bekerja sudah lebih 40 tahun ini. Mudah berinteraksi dan selalu hepi itulah kesan yang melekat pada sosok almarhum semasa hidupnya.
“Sangat lama tak berjumpa, ternyata pertemuan di pondok Paman Anum itu untuk yang terakhir. Beliau tampak masih bugar,” tulis Ernawati, wartawan senior di grup WA Jurnalis Emas yang beranggotakan para wartawan senior di Banjarmasin.
Nafarin Fauzi hadir dalam silaturahim pertengahan Mei 2025 di pondok yang berada di halaman samping rumah wartawan senior Hasan Zainudin yang populer dengan Paman Anum di media sosialnya.
Banyak wartawan yang hadir siang itu merasa supraise bertemu lagi dengan Nafarin. Sepanjang kebersamaan itu dia memang lebih sibuk bemain catur di pojokan. Sesekali menimpali obrolan sesama rekan dengan joke yang ramai.
“Aku ini sudah 72 tahun,” ujarnya memperkenalkan usia waktu itu.
Ada nada bangga dengan umur yang sudah sepuh namun tetap energik.
Di usia yang sudah melanpaui angka ‘tujuh’ itu, dia seolah sangat meniikmati dengan membiarkan janggut panjang warna keperakan. Seirama dengan warna rambut gondrongnya. Soal jenggot panjang yang memutih itu pula, dia mendapat julukan baru dari sesama rekan jurnalis yaitu ‘wartawan senior si jenggot naga’. Dan, dia nampak senang dengan senua itu.
Kabar kepergian untuk selamanya sosok wartawan sejati itu tersiar Selasa 26 Agustus 2025 petang. Almarhum sempat dirawat di rumah sakit untuk keluhan jantung, tetapi tidak lama.
Sebagai seorang wartawan, sebelum berkhidmat di Surat Kabar Kalimantan Pos –sebelumnya bernama Dinamika Berita– Nafarin Fauzi muda pernah bekerja di Banjarmasin Post sebagai wartawan yang banyak meliput kriminalitas.(uumsri)



















