BANJARMASIN aktualkaksel.com—Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Rabu 10 November 2021 malam selepas waktu Magrib menyampaikan pidato tanggapan atas ditolaknya gugatan Judicial Review (JR) Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muldoko ke Mahkamah Agung (MA) terhadap AD/ART Partai Demokrat.
Putra Presiden ke 6 RI itu menyampaikan tanggapannya dari jarak jauh yaitu sebuah kota kecil di Amerika tempat dirawatnya sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk penyakit kanker prostad stadium awal yang diderita.
Tanggapan AHY yang ditujukan kepada wartawan yang berkumpul di sekretariat Partai Demokrat itu ditayangkan langsung melalui akun fb AHY sepanjang sekitar 10 menit.
Awalnya AHY meyampaikan perkembangan kesehatan sang ayah selama beberapa hari menjalani pengobatan yang dusebutnya ‘alhamdulillah dalam kondisi stabil’.
Ketika, memasuki materi inti yang ditunggu tunggu wartawan, AHY mulai melancarkan kalimat kalimat teratur, cerdas, tenang namun terkesan menukik tajam ke arah lawan politiknya itu.
Gugatan JR yang diajukan Muldoko, orang kepercayaan Presiden Jokowi, disebut AHY sejak awal dirasakan pihak Partai Demokrat tanpa dasar hukum.
“Ibarat properti, Partai Demokrat ini memiliki sertifikat sah dari pemerintah yang sekarang saya kantongi, sedangkan KSP Muldoko tidak memiliki apa apa , dia tidak berhak untuk mengganggu Partai Demokrat,” ujarnya.
Selanjutnya, AHY sambil sedikit senyum, mulai melucuti satu persatu hal memalukan yang dilakukan Muldoko sehubungan dengan gugatannya itu.
“Sejak awal pula kami mencium gelagat KSP Muldoko yang gemar memamerkan kekuasaannya dengan jabatan sebagai kepala staf presiden. Sejak awal saya mendengar bahwa setelah beberapa kali dibrifing Muldoko di kediamannya tim penggugat dengan menggandeng Prof Yusril Ihza Mshendra merasa yakin dengan faktor kekuasaan itu akan berhasil memenangkan permainannya,” ujar AHY lagi.
Selanjutnya AHY menyebut, hasutan dan pamer kekuasaan yang dimainkan Muldoko ini bukan hanya mencoreng nama baik presiden Jokowi selaku atasannya langsung tetapi juga menabrak etika politik, moral serta merendahkan supremasi hukum Tanah Air. Selain itu juga menabrak etika dan kehormatan keprajuritan.
Selanjutnya AHY mengucapkan terima kasih ke banyak pihak termasuk ketua MA dan jajarannya yang sudah bekerja secara prodesional dalam melihat kebenaran hukum yang terang bebderang.
Inti materi pernyataan AHY mengesankan ibarat kontak senjata, dia berhasil melucuti lawannya hanya melalui jarak jauh: Muldoko di Indonesia dan AHY di Amerika.
Pernyataan AHY yang menukik dan tegas itu langsung mendapat dukungan dari warganet yang menyebut sepagai ‘mantap the next president’.(uumsri)

















