BANJARMASIN aktualkalsel.com–Momen rushdul qiblah di Banjarmasin pada Senin 27 Mei 2024 sore berlangsung saat mendung dan hujan mengguyur kota ini sehingga matahari tertutup awan hitam. Alam demikian tidak menguntungkan melakukan cek pengukuran kembali arah kiblat berdasarkan bayang bayang, apakah ada pergeseran akibat fenomena alam tersebut.
Rushdul qiblah merupakan fenomena alam dimana matahari melintas tepat di atas Kabah di Mekkah Arab Saudi sehingga kiblat umat Islam itu tidak menampakan bayang bayangnya. Momen itu di Indonesia terjadi pada sore hari.
“Inilah kendala kita untuk melakukan rashdul qiblah secara kasat mata karena tidak ada cahaya matahari,” ujar Wakil Keua Dewan Masjid Indonesia (MDI) Kakimantan Selatan Mashunah Hanafi kepada Aktualkalsel.com Senin 27 Mei 2024.
Ulama perempuan di Banjarmasin yang ahli ilmu falak ini menyebutkan, rushdul qiblah memang tidak selalu harus diikuti menggeser arah kiblat di masjid atau rumah kita.
“Kalau kiblat kita sudah benar tidak perlu digeser geser lagi,” ujar ahli ilmi falak yang menyekesaikan masa bhaktinya selama 34 tahun sebagai fosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin ini.
Mengenai peristiwa rushdul qiblah ini, Kementerian Agama memberikan imbauan kepada seluruh umat Islam agar memperhatikan hal-hal penting dalam pengukuran arah kiblat atas persitiwa tersebut. Bahkan ada gerakan ‘sejuta kiblat’ yaitu pencekan apakah ada pergeseran arah kiblat di rumah kita karena momentum fenomena ini.(uumsri/foto net)















