BANJARMASIN aktualkalsel.com–Pedagang Pasar Terapung Banjarmasin yang terletak di kawasan wisata Siring Tendean Banjarmasin Tengah, tetap membuka lapak dagangannya dalam tiga hari Minggu di Bulan Ramadhan 2026. Mirisnya, semangat mengais rezeki di obyek wisata terfavorit itu menjadi harapan tinggal harapan.
Di dua hari Minggu 1 dan 8 Maret 2026 mereka tetap operasional di pasar buah dan hasil kebun warga pinggiran itu, walau sangat minim diminati pengunjung maupun pembeli. Bahkan, pada hari Minggu 8 Maret 2026 sejak pagi hingga siang nyaris tidak ada pembeli yang datang ke lokasi pinggirian Sungai Martapura yang membelah pusat KotaBanjarmasin tersebut.
Apalagi pada Hari Minggu itu Kota Banjarmasin diguyur hujan hampir sepanjang malam sebelumnya hingga pagi dan siang.
“Sunyiiii banar (sangat sepi) belum ada pembeli,” ujar satu pedagang kepada aktualkalsel.com Minggu 8 Maret 2026.
Kondisi sepi pembeli ini, menurut perempuan baya ini, juga terjadi pada Hari Minggu sebelumnya karena faktor Ramadhan. Pasar wisata terapung ini buka setiap Hari Minggu. Tetapi, para pedagang yang didominasi warga dari kawasan hulu Sungai Martapura ini sudah datang membuka lapak jualannya pada Sabtu sore.
Ketika ditanya kenapa nekad berdagang di Bulan Ramadhan yang sepi wisatawan, pedagang itu mengaku diharuskan oleh pengelola.
“Tetap harus buka oleh pengelola, tetapi kami dapat menu sahur dan berbuka dari mereka plus transportasi tarik perahu digratiskan,” ujar pedagang tadi.
Di luar Bulan Ranadhan, pedagang mengaku ongkos tarik perahu ditanggung sendiri.
“Kami bayar ke pemilik kelotok yang menarik perahu kani Rp20 ribu berangkat dan pulang. Tetapi di luar Ramadhan dagangan biasa laris manis. Wisatawan berjejal bahkan sejak Sabtu sire dan malam,” tuturnya.
Rata rata perjalanan sungai para pedagang sejauh 10 kilometer antara kampung mereka kawasan Lok Baintan, Kabupaten Banjar menuju titik Pasar Wisata Terapung Banjarmasin.(uumsri)



















