BANJARMASIN, aktualkalsel.com— Masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu Tanah Bumbu khususnya, dan Kalimantan Selatan pada umumnya, merasa bangga terhadap Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) yang mengenakan baju adat dari daerah ini, yang bahannya dari kain tenun Pagatan.
Jokowi mengenakan baju adat Tanah Bumbu Pagatan pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/6/2021).
” Ya, kita sebagai masyarakat Tanah Bumbu, merasa bangga karena Pak Presiden memakai kain tenun milik kita,” kata Ketua DPRD kabupaten Tanah Bumbu H.Supiansyah kepada aktualkalsel.com di Banjarmasin, Senin ( 1/6/2021 ) siang.
Jokowi memakai kain tenun khas Tanah Bumbu, menurut H UPI — panggilan akrab H. Supiansyah — untuk kedua kalinya. Kala itu pada peringatan 17 Agustus, di era Tanah Bumbu dipimpin Mardani Maming .
” Saya tidak ingat tahun berapa, yang saya ingat 17 Agustus, dan bupati pak ? Mardani,” ungkap H. UPI.

Dan kali ini, presiden kembali mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu, saat Tanah Bumbu dipimpin Zairullah Azhar untuk yang kedua kalinya.
Kesempatan ini merupakan momentum, pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan usaha dan kualitas tenun Pagatan. Dan hal itu sangat membantu peningkatan usaha rumahan masyarakat agar produksinya bisa lebih meningkat.
Usaha kain tenun ini sebenarnya sejak lama sudah aja. Hanya produksi dan kualitas mungkin kurang baik sehingga belum banyak dipasarkan.
” Saat inilah pemerintah daerah, dan kita semua berpikir bagaimana meningkatkan kualitas kain tenun Pagatan,” kata politisi senior PDIP itu.
Seperti diketahui, selembar kain tenun Pagatan dijual dengan harga Rp200 ribu hingga Rp800 ribu tergantung motif dan bahannya. Harga kain yang dibuat dengan alat gedog ( alat tradisional yang dibuat dari kayu ) dan lebih mahal dibandingkan dengan produksi alat tenun bukan mesin ( ATBM ).
Selain motif tradisional seperti ombak, penenun juga membuat desain sesuai permintaan pemesan ataupun tren yang tengah berkembang. Pelanggan bisa memilih bahan untuk kain, seperti katun atau sutera. SKR/Edwan



















