BANJARMASIN aktualkalsel.com–Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar) yang digagas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membuat hati Isna, seorang ibu di Alalak Berangas, Batola, Kalimantan Selatan, menjadi tersayat hatinya.
Sehari sebelum hari pengambilan raport, putrinya yang duduk di kelas 4 sebuah SD Negeri di Kecamatan Alalak Berangas, merengek sedih, dia menanyakan kepada sang ibu, siapa ayah yang akan mengambilkan rapor nya di sekolah.
“Dia bertanya, nadanya sangat sedih. Padahal anak saya sudah terbiasa yang mengambil rapor atau urusan sekolahnya, selalu saya. Tetapi kali ini dia benar benar sedih, tak punya ayah untuk mengambilkan rapor,” tutur Isna kepada aktualkalsel.com usai mengambil raport putrinya Jumat 19 Desember 2025.
Isna mengaku merasa tersayat hatinya, mengingat putri tunggalnya itu sudah ditinggal sang ayah menghadap Ilahi ketika baru berusia tiga bulan.
“Selama ini dia tidak pernah sesedih itu bicara tentang sosok seorang ayah, mungkin karena ini ada anjuran untuk ayah yang mengambil rapor, jadinya dia merasa waswas, sedih begitu,” ujar sang ibu lagi.
Beruntungnya, menurut Isna, ketika mengambil raport banyak juga temannya yang didampingi hanya oleh ibu mereka. Entah mereka juga yatim atau karena sang ayah berhalangan.
Isna mengaku, untuk mengambil rapor sang putri, dia juga harus izin setengah hari dari pekerjaannya di Banjarmasin.
Sementara Tuti –rekan kerja Isna– mengaku juga mengambil rapor untuk sang anak yang bersekolah di satu SD negeri kawasan Banjarmasin Tengah.
“Abahnya (ayahnya red) gak bisa , repot. Banyak yang mengambil mamanya juga,” ujar Tuti.(uumsri/foto net)



















