BANJARMASIN aktualkalsel.com–Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (Gemar) yang digagas Badan Koordinasi Kekuarga Berencana Nasional (BKKBN) berubah menjadi bahan ledekan nitizen Banjar, Kalimantan Selatan. Gara garanya pada hari terakhir pengambilan rapor di daerah ini ada seorang ayah yang mengaku ‘tertipu’ oleh ajakan badan nasional ini.
Sabtu 20 Desember 2025 seorang pria memosting satu konten pendek yang memicu nitizen menuliskan komentarnya yang bernada ‘meledek’ gerakan ayah ambil rapor ini.
“Ternyata saya satu satunya ayah yang mengambil rapor anak, semuanya ibu ibu,” ucapnya dalam Bahasa Banjar.dia tidak menyebutkan sekolah mana.
Tayangan pendek ini sontak viral di media sosial plus nitizen ramai ramai ‘membuly’ aturan baru tersebut. Apalagi, ternyata si pria tadi bukan sendiri yang mengalami hal menyebalkan, ada beberapa nitizen yang bernasib sama.
“Ulun semalam kyaitu jua, harau sirangan za lakiannya,” tulis abi rahman di postingan itu. Akun ipul ipul menambahkan pengalaman yang serupa.
“Berarti hanya anda anda ini ayah sayang anak,” tulis akun romanza, menghibur ayah yang menjadi ‘korban’ Gemar nya BKKBN ini.
Anjuran ayah untuk datang ke sekolah di momen istinewa bagi anak ini memang bukan pertama kali. Tahun sebelumnya ada gerakan ayah mengantar anak di hari pertama masuk sekolah. Fakta di lapangan memang tak selalu berhasil gemilang, sebab yang dominan tetap ibu ibu yang berperan.
Pertanyaan sedikit nitizen seperti ini: kenapa yaa ayah begitu malas bila hadir ke sekolah anak?(uumsri/foto net)




















