BANJARMASIN aktualkalsel.com–Ada garis putih yang kini menjadi semacam ‘mimpi buruk’ bagi pedagang lapakan Pasar Lama Banjarmasin Tengah dalam sepekan ini. Membentang di kiri dan kanan badan jalan yang sejak belasan tahun menjadi tempat penjual di sana menggelar lapakannya.
“Saya nanti harus mundur, masuk dari garis ini, diberi tegang waktu sepekan ,” ujar satu pedagang ayam potong sambil menunjuk garis putih selebar sejengkal tangan yang menghubungkan dari satu tiang listrik ke lainnya sepanjang jalanan pasar tersebut.
Bukan hanya pedagang ini yang bakal lapak dagangannya terlibas garis putih tersebut, nyaris seluruh pedagang pinggiran jalan itu menjadi obyek penertiban Tim Normalisasi Pasar Lama Banjarmasin ini karena rata rata mereka menggunakan badan jalan beraspal tersebut sebagai tempat menghampar jualannya. Bahkan ada yang akan terkena dua meter dari tempat dagangnya itu.
Selasa 22 Mei 2024, jam jam padat berbelanja di pasar itu terasa lapang, badan jalan beraspal selebar sekitar delapan meter itu bebas dari atap terpal yang biasanya bergelantungan hingga membuat suasana agak gelap. Pedagang menggulung terpalnya lalu menempelkan di dinding atas kios mereka.
Namun ada beberapa payung fortabel besar dengan pondasi balikan semen yang menggantikannya. Tampaknya payung payung ini lebih mudah diamanksn pedagang bila ada patroli tim penertiban. Badan jalan yang biasa teramat padat kini lengang hingga dijadikan parkiran bagi pengunjung pasar yang berhenti sebentar.
“Pembeli sekarang yang merajai jalanannya, parkir seenaknya,” keluh seorang pedagang sayuran.
Menurutnya, kebijakan Pemko Banjarmasin menormalisasikan badan jalan yang berubah fungsi jadi lapakan pedagang itu, memang menguntungkan bagi pembeli.
“Nyaman di pembeli namun derita bagi kami pedagang,” ujarnya.
Pedagang ini biasanya nendorong lapaknya masuk sekitar dua meter ke badan jalan, namun pada Selasa kemaren dia menarik mundur hingga tersisa sedikit nyangkut di aspal jalan.
Secara umum, pada Selasa 22 Mei 2024 pagi jam sibuk transaksi, banysk sudah pedagang yang mulai menarik mundur lapaknya dari jalan aspal, walau belum sepenuhnya seperti yang diisyaratkan garis putih.(uumsri)



















