KOTABARU aktualkalsel.com–Lunglai dan trauma berat dialami Ramsiah setelah menyaksikan tubuh sang suami diterkam seekor buaya besar kemudian menyeretnya masuk ke dalam Sungai Batulasung, Kelumpang Hulu, Kotabaru, Kalimantan Selatan Sabtu 19 Oktober 2024 tengah hari.
Apalagi, Ramsiah sudah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pertolongan kepada suami dengan menarik tangan ketika tubuh suaminya masih di permukaan mulut predator penguasa sungai tersebut.
Upaya menyelamatkan sang suami gagal karena tangan mereka sama sama licin akibat busa sabun, hingga akhirnya terlepas. Ibu beberapa anak itupun harus menyaksikan dengan pilu detik detik tubuh sang suami terlihat di antara gigi buaya lalu diseret ke dalam air sungai yang kala itu tengah keruh.
Yang bisa dilakukannya kemudian hanyalah memberi khabar kepada warga desanya untuk memberikan pertolongan. Tetapi, menerlukan waktu empat hari baru tubuh Jahrin 50 th berhasil dievakuasi dari dasar sungai tertindih batang pohon.
“Kronologisnya tengah hari sekitar jam 11 suami istri ini pulang dari kebun lalu mandi di sungai. Saat hampir selesai tiba tiba muncul buaya yang mungkin sudah mengintai dan meberkam tubuh Jahrin. Istrinya sempat menarik tangan suami namun terlepas karena licin,” ujar Kapolsek Kalumpang Hulu
Ipda Agus seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id.
Rasa sedih dan pilu semakin dirasakan Ramsiah mengingat upaya evakuasi tubuh suami memerlukan waktu empat hari. Sebenarnya dua hari setelah kejadian tersebut tim penyelam berhasil menemukan tubuh Jahrin walau sudah tidak bernyawa. Namun, tim tidak berhasil menarik ke permukaan karena tubuh tersebut terjepit di antara batang pohon di dasar sungai yang cukup dalam.
Kondisi air yang keruh serta tidak ada penyelam profesional yang bisa bertahan lama dalam air membuat tubuh suami Ramsiah baru bisa dievakuasi pada Selasa 22 Oktober 2024 siang setelah datang bantuan penyelam profesional dari Kotabaru dan sekitarnya.(uumsri/ilustrasi net)




















