BANJARMASIN aktualkalsel.com–Sekilas ini foto penampakan susunan karung sembako di tanah lapang. Padahal deretan lebih dua ribu narapidana kasus berat anggota para gengster di El Savador yang dipindahkan dari beberapa penjara ke konsentrasi raksasa bernama CECOT, pengurungan khusus kriminal kelas teroris.
Ini baru transfer terpidana tahap ! Presiden El Savador Nayip Bukele, merancangnya CECOT sebagai penjara super besar dengan kapasitas 40 ribu orang. Tempat yang disebutnya mustahil bagi yang masuk untuk bisa melarikan diri.
Pemindahan narapidana antar penjara ini telah menjadi sorotan media di berbagai belahan dunia. Televisi, portal berita tak ketinggalan media cetak menjadikan ‘kebijakan Bukele perang terhadap gengster’ sebagai berita yang berseri seri. Mereka menyiarkan bagaimana menegangkannya proses transfer tersebut.
Semua narapidana harus jalan berlutut sejak keluar tempat awal menuju bus bus kemudian menuju bangunan raksasa yang super ketat penjagaannya. Sebelum dijebloskan ke sel sel, mereka disusun duduk bersilacdengan kepala menunduk dalam seperti leher digantungi besi berat.
Semua telanjang dada hanya mengenakan kolor putih di atas dengkul. Tak satu pun yang bersih dari tatto di sekujur tubuh sungguh pemandangan mengerikan dan mengisyaratkan kebengisan kriminal yang dilakukan.
“Hari ini subuh, dalam satu operasi, kami memindahkan 2.000 anggota geng pertama ke Pusat Pengurungan Terorisme,” tulis Bukele di Twitter-nya seperti dikutip dari laman Viva.co.id.
Bukele optimis bila CECOT nantinya sudah penuh maka paling tidak sampai sepuluh tahun kedepan masyarakat yang dipimpinnya aman dari kejahatan tingkat tinggi akibat narkoba dan pembunuhan. Sebuah perangkat hukum sudah disiapkan pemerintahannya yang memberikan wewenang penuh kepada kepolisian untuk menangkap mereka yang dianggap pelaku kejahatan mafia.
“Ini akan menjadi rumah baru mereka, di mana mereka akan tinggal selama beberapa dekade, bercampur aduk, tidak dapat lagi membahayakan penduduk,” tulisnya.
Penjara yang berada di Tecoluca, sekitar 46 mil dari ibu kota negara Amerika Tengah, San Salvador, pada akhirnya akan menampung sebanyak 40.000 narapidana di delapan gedung terpisah, masing-masing dengan 32 sel yang masing-masingnya akan menampung sekitar 100 tahanan. Setiap sel hanya memiliki dua wastafel dan dua toilet.
Ini genderang perang Bukele, sang presiden.(uumsri/foto net)



















