TANAH BUMBU, aktualkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 di Hotel Lotusa Batulicin, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan strategis dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para stakeholder, baik dari unsur legislatif, eksekutif, maupun perwakilan masyarakat. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh pihak akan memperkaya substansi perencanaan dan menghasilkan dokumen yang lebih komprehensif serta berkualitas.
Ia menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 harus dirancang secara adaptif, integratif, dan mampu menjawab dinamika serta tantangan pembangunan daerah secara strategis. Forum ini menjadi wadah untuk menghimpun masukan terkait prioritas program, sasaran pembangunan, serta kebijakan yang akan dijalankan ke depan.
“Perencanaan tidak hanya harus baik secara konsep, tetapi juga realistis dan dapat diimplementasikan. Orientasinya harus pada kinerja dan hasil nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya dokumen perencanaan yang responsif dan fleksibel melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Ia menilai peran dunia usaha sangat signifikan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai contoh, ia menyebut kontribusi Jhonlin Group dalam membina ratusan pelaku UMKM serta memfasilitasi perlindungan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, menurutnya, menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain itu, perusahaan-perusahaan di daerah juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja lokal, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan infrastruktur yang memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
RKPD Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Tanah Bumbu 2025–2029 dan telah diselaraskan dengan RPJMN serta RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan. Tema pembangunan yang diusung yakni “Transformasi Infrastruktur, Transformasi Ekonomi, dan Pelayanan Publik Menuju Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab.”
Bupati turut mengingatkan pentingnya keselarasan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional, termasuk penanganan sampah terpadu, pengentasan kemiskinan, swasembada pangan dan energi, serta program prioritas seperti makan bergizi gratis, layanan kesehatan gratis, dan peningkatan akses pendidikan.
Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Aparatur harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan pelayanan terbaik.
Bupati berharap hasil FKP ini mampu melahirkan perencanaan pembangunan 2027 yang lebih terarah, terukur, akuntabel, dan adaptif terhadap isu-isu strategis daerah.
Forum tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Yulian Herawati, unsur Forkopimda, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sesi pemaparan, Perencana Ahli Madya Bappeda Kalimantan Selatan, Yudhi Mahendera, S.Pi., M.P., menyampaikan arah kebijakan pembangunan provinsi dengan visi “Kalsel Bekerja.”
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Tanah Bumbu, M. Untung RLU, S.H., M.H., CRMTM, CPM., memaparkan visi dan misi kepala daerah sebagai dasar perencanaan pembangunan tahun 2027.
Narasumber lainnya, Agustinus Sulistiyanto, Praktisi Senior Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah dari Kemendagri, membahas transformasi strategis menuju kemandirian ekonomi serta peran Tanah Bumbu sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menekankan bahwa daerah ini harus mampu tampil sebagai wilayah terdepan yang mandiri dalam mendukung keberadaan IKN. ril



















