BANJARMASIN aktualkalsel.com–Sebuah warung sarapan sederhana di kawasan Pasar Lama Banjarmasin Tengah mendadak menjadi ‘forum’ diskusi sejumlah emak yang datang dari berbagai kampung di wilayah Banjarmasin Selasa 7 Mei 2024.
Mereka saling sharing informasi mengenai kelangkaan LPJ 3 kilo atau yang biasa disebut gas melon di lingkungan masing masing.
“Antre panjang dan belum tentu dapat, ini kalau beli di pangkalan harganya memang normal,” ujar seorang emak memberikan gambaran sulitnya beli gas untuk dapur.
Tidak dapat jatah beli di pangkalan terpaksa mereka berburu ke warung gas eceran dengan harga melambung.
“Sampai tembus Rp40 ribu gas melon sekarang,” ujar yang lain dengan suara lantang hingga teriakannya menarik perhatian pembeli di pasar tradisional paling ramai di Banjarmasin tersebut.
Menurut mereka, ada kecurigaan bahwa saat LPJ langka seperti sekarang ini, pihak pangkalan menjalankan strategi bisnis yaitu menahan sebagian suplai stok ke warga, untuk dijual ke pedagang eceran dengan harga khusus. Dari pedagang eceran inilah harga tenbus Rp40 ribu.
“Makanya di pangkalan cepat habisnya seperti dijilat naga,” ujar ibu ibu itu.
Namun seorang pedagang eceran di kawasan Banjarmasin Utara kepada aktualkalsel.con menyebut dia menjual LPJ melon Rp30 ribu.
“Memang banyak juga yang jual Ro35 ribu. Jadi sekarang pasaran eceran rata rata Rp30 dan Rp35 ribu itu. Saya gak tega jual terlaku mahal,” ujarnya.
Faktabya sejak paska Idulfitri diakui beberapa pedagang eceran, LPJ melon ini tidak lancar suplainya ke pangkalan sehingga sangat memicu kenaikan harga yang gila-gilaan ini.(uumsri/foto net)















