TANGAN Imran gemetaran saat ini menerima telepon dari seseorang. Nasi dan ayam yang siap disantap ditinggalnya. Matanya sedikit berkaca-kaca dan bergegas keluar dari rumah makan Wong Solo.
” Kenapa tidak jadi makan bang?” tanyaku kepada Imran.
Dengan mata berkaca- kaca — salah satu wartawan senior di kabupaten Tanah Bumbu itu — berkata lirih, jika isterinya, Nirmala, baru saja meninggal dunia.
Wartawan Banjarmasin Post Man Hidayat yang duduk disampingku nampak terkejut ketika menerima kabar duka itu. ” Isteri bang Imran yang meninggal itu, marina ( maksudnya tante ) ulun,” katanya yang juga bergegas meninggalkan tempat makannya.
Sebelum menerima kabar duka, Imran bersama aku, Man Hidayat, Yadi, Agus, Agus Hasanudin meliput kegiatan kampanye calon kuat Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar yang berpasangan dengan Muhammad Rusli ( ZR ).
Dari istana anak Yatim Darul Azhar Batulicin, Imran dan rekan media lainnya mengikuti kegiatan Zairullah Kamis ( 19/11/2020 ) yang berkunjung ke desa-desa di kecamatan Simpang Empat Batulicin.
Selama kampanye, Imran salah satu wartawan yang setia mengikuti kegiatan kampanye Zairullah.
Meskipun hanya dengan mengendarai sepeda motor, Imran tetap semangat mendatangi setiap lokasi kampanye Zairullah.
Dari lima titik kampanye dialogis Zairullah, Imran hanya sempat mengikuti dua tempat.
Sebelum menuju lokasi ketiga, Zairullah bersama rombongan, dan tentu sejumlah wartawan yang meliput , termasuk Imran, makan siang dulu di rumah makan Wong Solo.
Kawan- kawan wartawan beserta rombongan sudah menyantap makanan yang disediakan lebih dulu, sementara Imran belum. Ketika kawannya sudah selesai makan siang Imran tidak kelihatan.
” Yat, mana bang Imran, kok tidak kelihatan,” tanyaku kepada wartawan Banjarmasin Post yang kebetulan duduk disampingku.
” Beliau lagi sholat bang,” jawabnya.
Setelah beberapa lama menunggu Imran muncul, dan belum sempat makan siang yang sudah disediakan, wartawan berambut putih itu bergegas pulang setelah mendapat kabar duka.
Ditemani Imran, wartawan Kabar Kalimantan, Imran menuju pulang ke rumahnya di Pagatan.
Menurut Yadi, sepanjang jalan Imran menangis. Melihat sohibnya berduka, Yadi-pun ikut menangis. ” Saya tidak kuat melihat Imran menangis, sayapun ikut menangis,” dikatanya.
Zairullah yang dikabari kabar tersebut menyatakan ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisiNya.
Demikian juga dengan Pa’le Jan, salah satu pendukung berat Zairullah Azhar juga menyampaikan ikut berduka.
” Saya sudah mengutus orang saya ke rumah duka,. Semoga mas Imran bisa tabah,” katanya kepada wartawan, tadi malam.SKR/Edwan
















