BANJARMASIN aktualkalsel.com—Ini data terkini yang dirilis Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang gempa yang meluluhlantakan wilayah permukiman Cianjur, Jawa Barat Senin 21 November 2022.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan dari data dokumen yang terbaca gempa yang menewaskan lebih 160 jiwa serta meruntuhkan ribuan rumah warga ini merupakan gempa selevel yang terjadi ketiga kalinya sejak tahun 80 an.
Dijelaskannya, dokumen itu menunjuk gempa hampir serupa di lingkaran area hampir sama pernah terjadi tahun 80 an kemudian tahun 2000 an terakhir November 2022 ini.
“Terjadi tiga kali di siklus 20 tahun sejak tahun 80 an,” jelas Dwikorita dalam wawancara zoom dengan CNN Indonesia news Selasa 22 November 2022.
Menurutya, titik gempa tidak di laut tetapi di daratan wilayah permukiman kota Cianjur dengan kedalaman dangkal.
“Itu pula yang menyebabkan gempa yang bermagnitudo hsnya 5,6 ini dampaknya sangat besar seperti M 7,” ujarnya.
Ditambah lagi, kontur tanah bebatuan yang rapuh menyebabkan gempa awal disusul dengan lebih seratus gempa susulan karena tanahnya tidak kunjung padat paskagempa.(uumsri/foto net)




















