BANJARMASIN aktualkalsel.com—Duta Besar (dubes) Afghanistan untuk Tajikistan Mohammad Zahir Aghbar tampaknya menjadi pejabat pilihan presiden terguling Ashraf Ghani yang menjadi ‘pengkhianat’ terhadap mantan atasannya itu.
Mengutip VoA berbahasa Indonesia edisi Rabu 18 Agustus 2021, Zahir Aghbar menuduh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mencuri uang negara sebanyak $169 juta atau kisaran hampir Rp 2 triliun sebelum pelariannya ke luar negeri.
Tuduhan Zahir itu cepat menyeruak keseluruh media dunia justru tatkala sang mantan bos nya baru diketahui tempat pengasingannya setelah tiga hari melarikan diri dari kursi kepresidenan di Kabul.
Zahir bukan hanya menebarkan tuduhan korupsi atas mantan bos nya itu tetapi juga sesumbar akan mengajukan penangkapan terhadap Ashraf ke Interpol. Walau pihak interpol mengaku belum menerima pengajuan permintaan tersebut namun Zahir disebut sebut menjadi pejabat Ashraf pertama yang ‘menghianati’ sang presiden terguling.
Tuduhan Zahir langsung dibantah mantan presiden ini dari pengasingannya di Uni Emirate Arab. Inilah kemunculan pertama Ashraf paska dia meninggalkan Kabul pada Senin 16 Agustus 2021 begitu negerinya dikuasai Taliban.
Siapa Zahir Aghbar?
Dia seorang diplomat dengan karir cemerlang. Berbagai posisi pernah diraihnya, tetapi yang menonjol adalah sebagai sosok penegak hukum di kepolisian dengan pangkat terakhir letjen.
Apakah tuduhan Zahir ini benar benar akan memposisikan Ashraf sebagai buronan baru interpol? Dan mempengaruhi keputusan pimpinan Taliban yang menyebut akan memberikan amnesti –pengampunan–bagi Ashraf.(uumsri)




















