DEWI fortuna sepertinya belum beranjak dari wilayah Kecamatan Kuranji. Sepertinya kalimat ini bisa disematkan untuk memberikan motivasi dan dukungan terhadap prestasi desa-desa di Kecamatan Kuranji setelah terpilih kembali sebagai juara di tingkat Kabupaten Tanah Bumbu dalam beberapa lomba yang telah digelar sepanjang akhir tahun 2021 ini.
Adapun kedua desa yang mengikuti penilaian lomba tersebut adalah Desa Karang Intan dan Desa Mustika.
Sebelumnya desa ini sukses memborong empat gelar juara pada penilaian Lomba Asman Toga, Lomba Posyandu, Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat, dan Lomba Desa/Kelurahan Ber-PHBS Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021 yang telah diumumkan pada, Selasa (23/11/2021).
Dan dua desa di Kecamatan Kuranji kembali mendapatkan kepercayaan untuk mewakili Kabupaten Tanah Bumbu dalam penilaian Lomba Pengembangan Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (PPL B2SA) dan Lomba Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021.
Penilaian Lomba PPL B2SA dan P2L ini dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan HUT KORPRI ke-50 Tahun 2021, Senin (29/11/2021).
Diterima Kepala Dinas Tanaman Pangan Kab. Tanah Bumbu, Nahrul Fajeri,Camat Kuranji Muhammad Amin, SP dan Ketua TP PKK Kecamatan, Aslamiah, SE beserta Kepala BPP Kuranji, kepala desa, sejumlah pejabat kecamatan dan perangkat desa, rombongan Tim Penilai Lomba Provisini Kalsel ini disambut oleh beberapa suguhan tari-tarian tradisional kreasi anak-anak desa setempat.
Desa Karang Intan yang mewakili Tanah Bumbu pada penilaian Lomba Pengembangan Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (PPL B2SA) adalah salah satu desa yang mayoritas penduduknya warga transmigrasi tahun 1980 dengan rata-rata mata pencaharian terbesar penduduknya sebagai petani pekebun.
Dengan luas wilayah lebih kurang 15,54 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 1000 jiwa, memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan ekonominya melalui pengembangan potensi pangan lokal yang beragam, diantaranya seperti ubi kayu, ubi rambat, pengembangan kolam ikan air tawar keluarga dan lainnya.
Tentu didukung dengan ketersediaannya lahan pekarangan yang cukup luas yang dimiliki oleh masing-masing kepala keluarga.
Hal ini disampaikan Kepala Desa Karang Intan, Suprianto dan juga Ketua TP PKK Desa, Endang Suryaningsih pada saat tim penilai lomba melakukan penilaian secara langsung.
Salah satu produk pangan lokal yang dikembangkan saat ini adalah olahan jenis ubi-ubian yang diolah menjadi Tepung Mokap sebagai bahan pembuatan aneka ragam makanan sehat.
Ragam makanan olahan ini telah dipasarkan keluar desa bahkan sampai keluar daerah. Hal ini tentunya mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Tanah Bumbu sehingga pembinaan-pembinaan intens dilakukan baik oleh TP PKK Kecamatan, BPP Kecamatan, TP PKK Kabupaten serta Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanah Bumbu.
Pada saat ini, usaha yang dikembangkan di desa ini telah mendapatkan sertifikat halal dan sehat dari BPOM Kabupaten Tanah Bumbu.
Sebelumnya, secara terpisah pada hari yang sama, Desa Mustika juga kembali kedatangan Tim Penilai Lomba untuk mengikuti Lomba Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021.
Kreatifitas dan inovasi yang dilakukan Kepala Desa Mustika, Selamat Kurniawan beserta jajarannya dan didukung penuh oleh masyarakatnya serta pendampingan yang baik oleh Kecamatan, BPP Kecamatan serta Lintas Sektor, dan tentunya bimbingan dari Pemkab Tanah Bumbu sehingga menjadikan des aini kembali di percaya untuk mewakili kabupaten dalam rangka Lomba Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tingkat Provinsi, setelah sebelumnya juga telah meraih tiga juara dalam penilaian tingkat provinsi.
Tentuntya ini merupakan prestasi yang luar biasa, satu desa mampu meraih predikat yang demikian dalam satu tahun yang sama.
Sementara itu, Camat Kuranji, Muhammad Amin, SP menyampaikan dia beserta jajarannya di Kecamatan Kuranji, selaku perpanjangan Pemda Kabupaten selalu mendorong kepada pemerintah desa untuk memperkuat ketahanan pangan, baik yang berkenaan dengan pertanian maupun perikanan dan peternakan.
Penganggaran Dana Desa melalui APBDesa tidak hanya terfokus kepada pembangunan fisik infrastruktur semata, tetapi pemberdayaan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 terus digalakkan disemua desa.
“Pada tahun 2021 ini, selain melalui kegiatan refochusing, kami juga menekankan kepada para kepala desa agar bisa mengalokasikan anggaran APBDesa nya untuk kegiatan penguatan ketahanan pangan masyarakat. Alhamdulillah, hampir disemua desa di Kecamatan Kuranji,” kata Amin. rel/Edwan




















