TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu dr. Muhamad Yandi Noorjaya, MM mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi tantangan triple burden masalah gizi, yakni stunting, wasting, dan kekurangan gizi mikro.
Hal itu dikatakan dr Yandi — begitu panggilan akrabnya — pada kegiatan Review Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBM) bagi petugas kesehatan se-Kabupaten Tanah Bumbu, di Pendopo Kantor Bupati Tanah Bumbu pada Senin (13/10/2025).
Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, menurut dr. Yandi, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen, sedangkan di Kalimantan Selatan mengalami penurunan dari 24,7 persen pada tahun 2023 menjadi 22,9 persen di tahun 2024.
“Alhamdulillah, Kabupaten Tanah Bumbu juga mengalami penurunan angka stunting dari 25,1 persen di tahun 2023 menjadi 21,6 persen pada 2024, dan mudah-mudahan tahun 2025 bisa turun lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu langkah penting dalam penanganan gizi adalah memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan berbasis digital melalui EPPBM, yang kini telah bertransformasi menjadi Sigizi Kesga (Sistem Informasi Terintegrasi untuk Program Gizi, Kesehatan Ibu, Anak, dan Remaja).
“Tahun 2025 menjadi momentum penting karena seluruh data program kesehatan harus tercatat dalam satu sistem terintegrasi dengan akun pengguna di setiap puskesmas,” ungkapnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Kesga dan Gizi Kabupaten Tanah Bumbu, Elly Irawati, selaku ketua panitia, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam penggunaan aplikasi Sigizi Kesga.
“Aplikasi ini menjadi instrumen penting untuk mendukung pencatatan, pelaporan, dan pemantauan program kesehatan ibu, anak, remaja, serta gizi masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan teknis dan pembekalan agar pengisian data dapat dilakukan dengan akurat dan terintegrasi dengan kegiatan di lapangan.
Kegiatan Review EPPGM diikuti oleh perwakilan dari 14 puskesmas di Tanah Bumbu, meliputi bidan koordinator, pengelola anak, pengelola gizi, pengelola kesehatan remaja, serta bidan desa. hamdan/ema



















