BANJARMASIN aktualkalsel.com–Dayat tak mengira kalau upayanya menarik pokok pelepah pohon rumbia yang tersangkut di kolong rumahnya akan berdampak mengerikan seperti kejadian Minggu 3 Desember pagi 2023 itu.
Belum lagi sepenuhnya pelepah sepanjang sekitar dua meter berhasil ditarik tiba tiba terdengar suara bruuuk, disusul bunyi yang lebih keras dan rumah bertiang di tepian Sungai Lulut, Banjarmasin Timur itupun ambruk. Tiang tiang ulin yang menyangga bangunan di atasnya tercerabut. Rumah itu doyong ke arah sungai, miring hingga sebagiannya tenggelam.
Beruntung, Dayat sempat keluar dari rumahnya dengan mencebur ke sungai.
“Saya langsung terjun ke sungai, kejadiannya sangat tiba tiba,” cerita Dayat, warga RT 12 Sungai Lulut itu seperti dikutip dari KalimantanLive.com.
Pria yang tinggal di rumah itu bersama istri dan seorang anaknya itu memperkirakan upayanya ingin menarik pelepah rumbia yang sangkut di tiang kolong itu sebagai penyebab runtuhnya rumah mereka.
“Pagi itu saya memang lagi sendirian di rumah,” ujarnya.
Dayat segera diberikan pertolongan warga yang terkejut dengan kejadian tersebut, namun rumah beserta isinya larut dibawa arus ke muara sampai ke Sungai Martapura yang luas. Bagunan kayu itu pun larut dengan posisi miring dan bagian lantainya tenggelam.
Musibah yang menimpa Dayat ini menjadi peristiwa yang sangat langka sehingga banyak warga yang mengabadikannya dengan video. Rekaman rumah larut itupun menyebar luas dengan cepat.
Sementara warga terus berusaha menghentikan gerakan hanyut rumah tersebut menggunakan sejumlah perahu mesin. Mereka mencoba menarik ke tepi agar bisa diikat. Upaya itu membuahkan hasil setelah beberapa jam, rumah Dayat kemudian ditambatkan ke tepi kawasan Pengambangan atau berjarak lumayan jauh dari tempat kejadian. Warga sembari mengevakuasi barang barang yang masih bisa diselamatkan.
Menurut Dayat, rumah itu milik orangtuanya yang dibangun sekitar 1970 an. Selama lebih50 tahun itu belum pernah dilakukan perbaikan.(uumsri:foto net)




















