BANJARMASIN aktualkalsel.com—Ditetapkan sebagai salah satu ikon Banjarmasin, ecowisata Jembatan Pulau Bromo, menjadi salah satu destinasi pelancong lokal di wilayah ini.
Terletak di pesisir daratan selatan Kota Banjarmasin, jembatan dengan desain mirip ‘roller coaster’ di satu sisi oprit menanjak, jembatan ini dinilai banyak wisatawan tergolong cukup ekstrem sehingga jarang pelancong yang berani menyeberanginya.
Dengan ketinggian sekitar 70 meter di atas permukaan air sungai di bawahnya, panjang seratus meter dan lebar sekitar 2,5 meter menjadikan infrastruktur yang menghubungkan ke Pulau Bromo —pulau kecil yang diapit Sungai Martapura dan Sungai Barito— itu bisa menjelma menjadi nuansa yang membuat wisatawan bergidik.
“Bukan karena saya memang takut ketinggian, tetapi jembatan ini benar benar dari tepi sungainya terlihat sangat tinggi. Ekstrem tampilannya,” ujar Liana, wisatawan yang berkunjung ke sana pada hari Minggu awal Agustus 2022.
Menurut dia, jangankan untuk melangkahi jembatan yang menyeberangi sungai cukup luas itu, untuk bisa sampai di atas antara jembatan dan kingkaran ‘roller coastet’ nya saja harus merangkak sangat lama.
“Itupun kami pilih menaiki anak tangga, bukan menelusuri jalan yang melingkar nya,” ujarnya lagi yang datang bersama rombongan.
Banyak wisatawan yang menyebut jembatan itu tergolong ekstrem karena terlihat tinggi dari permukaan sungai. Sehingga mereka memilih cukup mengelilingi lintasan ‘coaster’ nya.
“Apalgi anginnya cukup deras, jadi lemas kaki, takut oleng kena angin,” ujar mereka.
Jembatan Pulau Bromo yang diresmikan 2021 itu sempat ditutup untuk wisatawan, selain karena covid juga sempat terjadi pencurian dalam jumlah sangat banyak mur baut di jembatan itu. Selain tertutup untuk wisatawan beberapa pekan penduduk sekitar juga diingatkan untuk berhati hati.
Kini pemasangan mur mur baru sudah dilakukan pihak Pemko Banjarmasin, walau demikian, daya datang wisatawan belum seramai sebelum covid.(uumsri)




















