BANJARMASIN aktualkalsel.com–Kami 7 Agustus 2025 Prajurit Prada (Prada) Yahya dari baraknya di Papua, megirim pesan chat WA ke orangtuanya di Anjir Muara, Batola, Kalimantan Selatan. Sebenarnya, bagi keluarganya, ini komunikasi rutin, karena sejak bertugas di Papua Maret lalu, pemuda kebanggaan keluarga sering berkirim khabar.
“Kalau hari Minggu tidak bisa online, ma …,” tulisnya di pesan tersebut.
Semula keluarga merasa itu pesan biasa dan mengira pada hari Minggu akan tidak ada sinyal karena berada di medan hutan, operasi rutin.
“Ternyata itu chat terakhirnya,” cerita Syafiah, ibu almarhum sambil terisak, seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id.
Keesokan harinya, Jumat siang, keluarga mendapat berita duka cita dari kesatuannya Prada Yaya gugur dalam kontak senjata dengan kelompok seperatis di Papua. Peluru dikhabarkan menembus dada kirinya.
Duka mendalam menyelimuti keluarga itu. Putera kebanggaan mereka gugur dalam menjalankan tugas setelah sekitar empat tahun menjadi seorang prajurit TNI. Profesi yang pernah dijalankan oleh eyang buyutnya pukuhan tahun lalu. Dan, Prada Yahya menjadi satu satunya penerus di keluarga besarnya, sebagai generasi keempat.
Sebagai penghargaan negara , satu pangkat dinaikkan menjadi Prajurit Satu (Pratu) Yahya. Jenazahnya tiba di kampung halamannya dan dimakamkan pada Minggu 10 Agustus 2025 di TPU disana.
Dengan upacara militer yang dipimpin Komandan Kodim 1005/Batola Letkol Inf Andhika Suseno, pemakaman dihadiri ratusan warga dan keluarga almarhum.
“Secara aturan seorang prajurit yang gugur di medan pertempuran memang berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, tetapi keluarga almarhum minta di kampung halamannya,” ujar Letkol Suseno saat memimpin pemakaman tersebut.
Langit mendung mengiringi pemakaman itu beserta airmata keluarga khususnya sang ibu. Mereka bagai tersadar akan makna dari chat terakhir Prada Yahya dari Papua: Hari Minggu ga bisa online …
Rupanya itu firasat, bahwa hari itu, memang chat tidak bisa online, tetapi bukan karena tidak ada sinyal, melainkan karena menjadi hari pemakaman sang prajurit yang dikenal pendiam ini.(uumsri/foto net)



















