BANJARMASIN aktualkalsel.com—Lebaran tanpa ketupat, adalah dingin di meja makan. Itu terjadi pada tahun lalu, yang jatuh pada awal awal pandemi copid 19.
Namun, Idul Fitri kedua di masa pandemi ini, diakui banyak pedangan cakang ketupat, tidak selesu tahun lalu.
“Alhamdulillah Idul Fitri 2021 ini ada semangat baru. Kalau tahun lalu pasaran cakang atau urung ketupat sangat dingin, tahun ini sudah pulih, nyaris tidak ada beda dengan sebelum corona,”, ujar acil penjual cakang ketupat di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, dua hari menjelang Idul Fitri 2021.
Cakang atau urung ketupat, ramai diburu masyarakat yang akan berlebaran. Produksi di sejumlah titik di Banjarmasin pun, meningkat.
“Kami beli di kawasan Sungai Baru, dijual pasar kecil ini dengan mengambil selisih harga antata seribu sampai Rp 1.500 per sepuluh buahnya,” ujar pedangan di pasar kaget Pemurus, Bajarmasin Selatan.
Karena membeli sudah jadi, dia mengaku tidak bisa mengambil keuntungan tinggi.
“Rata rata saya jual Rp 10 ribu perikat/sepuluh buahnya. Untuk yang beli sampai 50 buah bisa dikurangi harganya,” ujar pedagang ini.
Tetapi ada harga yang lebih murah yaitu di Pasar Sentra Antasari. Karena mereka menganyam sendiri cakang cakang itu harganya bisa selisih sampai Rp 3 ribu per ikat/10 buahnya.
Namun, dari pantauan di pasar pasar, cakang ketupat motif papan catur paling banyak disukai. Selain ukurannya yang tidak besar, warna hijau tua bervariasi hijau tua ini, memang lebih segar dipandang. Dibanding cakang dengan satu warna. (uumsri)



















